Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Sebelum Naikkan Iuran JKN, Pemerintah Diminta Audit BPJS Kesehatan dan Kendalikan PTM

by Irawan Djoko Nugroho
7 Juli 2025 | 14:51
in Ekonomi
pbi-jkn-nonaktif-bisa-direaktivasi

BPJS Kesehatan (Foto: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Rencana pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan (JKN) diminta tidak dilakukan secara terburu-buru. Diperlukan kajian yang bukan hanya berdasar cash flow dan struktur cost saja, tetapi juga harus ada kajian musabab apa sehingga tarif perlu dinaikkan.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi di Jakarta, (7/7/2025). Menurut Tulus, pemerintah diharap mempertimbangkan opsi menambah subsidi untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ketimbang langsung menaikkan iuran peserta. Pemerintah dan management PBJS Kesehatan juga seharusnya melakukan audit terhadap berbagai praktik dugaan fraud, yang ini jelas menjadi pemicu inefisiensi finansial dan cash flow BPJS Kesehatan.

Adanya beban biaya pengobatan penyakit tidak menular (PTM) yang besar seperti stroke, jantung koroner, kanker, dan diabetes yang pada 2024 lalu mencapai Rp 37 triliun, dinilai karena pemerintah lalai dalam menekan prevalensi penyakit tidak menular dengan tidak melakukan upaya mitigasi serius. Sebagaimana misalnya pengendalian konsumsi minuman berpemanis dan rokok yang menjadi penyebab utama PTM. Sebagai akibatnya, tingginya angka penyakit ini terus menggerogoti keuangan BPJS Kesehatan.*

READ  Integrasi Data 4 Kementerian Jadi Kunci Selamatkan JKN, Ini Strategi Besarnya
Tags: BPJS KesehatanFKBITulus Abadi
Previous Post

KPK Periksa PNS Sumut Gustav Reynold Tampubolon Terkait Korupsi Proyek Jalan

Next Post

BRICS Kecam Serangan Militer ke Iran, Minta DK PBB Bertindak

Next Post
BRICS Kecam Serangan Militer ke Iran, Minta DK PBB Bertindak

BRICS Kecam Serangan Militer ke Iran, Minta DK PBB Bertindak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

prof-bahrullah-akbar-resmi-pimpin-iarmi-2025-2030

Prof. Bahrullah Akbar Resmi Pimpin IARMI 2025-2030

29 September 2026 | 14:00
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
Siap Digelar, Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan 30.000 Pengunjung

Siap Digelar, Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan 30.000 Pengunjung

1 Oktober 2026 | 10:40
Agus Gumiwang Resmi Dicopot Dari Menperin

Agus Gumiwang Resmi Dicopot Dari Menperin

1 Oktober 2026 | 15:33
gema-motorcars-ekosistem-jual-beli-mobil-premium

GEMA Motorcars Perkuat Ekosistem Mobil Premium Tepercaya

29 September 2026 | 18:00
Menurut Agustianto selepas melakukan pengukuhan Pengurus Propinsi Kaltara, para pengurus baru diharap dapat mengetahui persoalan yang menjadi perhatian MASPERA. Di mana diantaranya adalah ketimpangan penguasaan dan kepemilikan tanah, tumpang tindih perizinan, konflik antara masyarakat dan pelaku usaha, serta sengketa yang melibatkan masyarakat adat. Praktik mafia tanah, lemahnya penegakan hukum, dan kerusakan lingkungan turut menjadi tantangan dalam pengelolaan agraria.

Masyarakat Peduli Agraria Kukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Kalimantan Utara

28 September 2026 | 17:35
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved