Jakarta, CoreNews.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyempurnakan konsep pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW). Proyek strategis ini dinilai krusial untuk melindungi masyarakat dan industri di Pantai Utara Jawa (Pantura).
“Tadi Pak Presiden juga kembali menekankan pentingnya kita menyempurnakan konsep besar untuk membangun Giant Sea Wall. Jadi, untuk melindungi masyarakat, puluhan juta masyarakat yang ada di Pantura,” ujar AHY usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2025).
AHY menegaskan GSW bukan hanya untuk keberlangsungan hidup masyarakat, tetapi juga untuk menjaga kawasan industri di sepanjang Pantura. “Banyak sekali pusat industri, termasuk kawasan ekonomi khusus yang berada di jalur Pantura dan ini sangat riskan, oleh karena itu ada urgensi,” kata AHY.
Ia memastikan akan terus menyempurnakan rencana tersebut, termasuk mencari sumber pendanaan berkelanjutan. “Tentunya dari waktu ke waktu kita akan sempurnakan sambil mencari sumber pendanaan yang juga sustainable dan tentunya bisa dikerjakan dengan baik dalam waktu-waktu mendatang,” ujarnya.
Pembangunan GSW dimulai dari utara Semarang dengan panjang total 700 kilometer, mengantisipasi banjir rob dan dampak perubahan iklim ekstrem. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, “Bapak presiden sudah menyiapkan program yang disebut Giant Sea Wall dan ini sudah dipersiapkan sebetulnya beberapa dekade yang lalu. Namun, saat sekarang bapak presiden akan memulai dibangun… panjangnya bisa sampai 700 kilometer.”













