Kyiv, CoreNews.id — Rusia melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah Ukraina pada Kamis (28/8/2025) dini hari. Serangan yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan sejak invasi penuh Rusia pada Februari 2022, menewaskan sedikitnya 23 orang di ibu kota Kyiv.
Menurut Utusan khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg di X, serangan ini menyasar bukan tentara, melainkan kawasan permukiman di Kyiv, kereta penumpang, kantor misi Uni Eropa dan Inggris, serta warga sipil tak berdosa. Serangan ini juga terjadi kurang dari dua minggu setelah Trump menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan hanya menargetkan fasilitas industri militer dan pangkalan udara Ukraina. Kremlin menegaskan masih terbuka untuk pembicaraan damai, meski Kyiv menuduh Moskow secara konsisten menyerang kawasan padat penduduk.*