Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Dukung Ekonomi Kreatif, Pemerintah Bangun Co-Working Space di 15 Kota

by Abdullah Suntani
17 Oktober 2025 | 10:12
in Bisnis
Dukung Ekonomi Kreatif, Pemerintah Bangun Co-Working Space di 15 Kota

Foto: Ilustrasi/rukita.co

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah berencana membangun fasilitas co-working space bagi anak muda di 15 kota di seluruh Indonesia. Program ini dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pekerja muda, sektor gig economy, dan pelaku UMKM.

“Kita akan membangun di 15 kota fasilitas-fasilitas untuk anak muda, semacam co-working space. Salah satu prototipe kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah di Jakarta,” ujarnya dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).

Airlangga menambahkan, pembangunan di Jakarta akan dimulai dari kawasan Tanah Abang dan Blok M, yang nantinya akan direplikasi di berbagai daerah lain.

“Di Jakarta nanti di Tanah Abang maupun di Blok M akan dibangun fasilitas tersebut (co-working space). Ini akan direplikasi di berbagai daerah lain, kerja sama dengan Kementerian Ekraf,” tegasnya.

Program ini termasuk dalam paket stimulus ekonomi terbaru bertajuk “8+4+5”, yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan digital nasional. Pemerintah juga mencatat telah menciptakan 1,2 juta lapangan kerja baru sepanjang semester pertama 2025, didukung investasi senilai Rp942 triliun.

Selain itu, Airlangga menyebut Indonesia tengah mendorong Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di tingkat ASEAN untuk memperkuat potensi ekonomi digital kawasan.

“Kalau tanpa DEFA, ekonomi digital ASEAN US$1 triliun, tetapi dengan DEFA akan naik menjadi US$2 triliun. Artinya, ke Indonesia bisa US$600 miliar,” jelasnya.

READ  Sambut HUT RI ke-79, OYO Tebar Diskon 75 Persen di Seluruh Indonesia
Tags: Airlangga Hartartoco-working spaceekonomi kreatif
Previous Post

Produksi Surplus 5 Juta Ton, Indonesia Siap Jadi Eksportir Beras

Next Post

BYD Recall lebih dari 115.000 Mobil Seri Tang dan Yuan Pro

Next Post
Mengacu pada dokumen yang diajukan ke State Administration for Market Regulation (SAMR), BYD berencana menarik 44.535 unit seri Tang yang diproduksi antara Maret 2015 hingga Juli 2017, serta 71.248 unit Yuan Pro yang diproduksi antara Februari 2021 hingga Agustus 2022. BYD juga akan melakukan pemeriksaan dan penggantian komponen terkait secara gratis untuk memastikan keamanan kendaraan

BYD Recall lebih dari 115.000 Mobil Seri Tang dan Yuan Pro

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

tugu-insurance-pertahankan-kinerja-solid

Digdaya 10 Tahun! Tugu Insurance Kunci Rating A- Global, Sinyal Kekuatan Finansial Tak Tergoyahkan

9 Februari 2026 | 22:00
bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Akun Instagram Kejagung Diretas, Muncul Promosi Judi Kasino

Gaji & Tunjangan Jaksa Bakal Dievaluasi, Komjak: Demi Integritas!

27 Januari 2026 | 19:00
zunub saat puasa

Mandi Junub Setelah Imsak, Bagaimana Hukum Puasanya?

7 Maret 2025 | 10:51
Mengenal Apa Itu Maqam Ibrahim

Mengenal Apa Itu Maqam Ibrahim

12 Februari 2025 | 17:07
Berdasar kesepakatan tarif resiprokal pula, Indonesia akan mengizinkan setiap lembaga sertifikasi halal AS yang diakui oleh otoritas halal Indonesia untuk mensertifikasi produk apa pun sebagai halal untuk diimpor ke Indonesia tanpa persyaratan atau pembatasan tambahan. Indonesia juga akan menyederhanakan proses pengakuan bagi lembaga sertifikasi halal AS oleh otoritas halal Indonesia serta mempercepat persetujuan

Produk AS Kini Bisa Masuk Indonesia Tanpa Perlu Sertifikasi Halal

20 Februari 2026 | 15:48
Kisah Nabi Ismail AS

Kisah Nabi Ismail AS

14 Februari 2025 | 19:03
Menurut Hakam kembali, CSED menilai kesepakatan ART kurang mempertimbangkan posisi industri halal dan ekonomi syariah Indonesia yang saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan (infant industry). Padahal, Indonesia menargetkan diri sebagai pusat ekonomi syariah global pada 2029.

Pemerintah Diminta Tak Korbankan Produk Halal Dalam Perjanjian Internasional

22 Februari 2026 | 14:05
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved