Jakarta, CoreNews.id – Dunia arsitektur dan desain interior terus berevolusi, mengikuti dinamika gaya hidup masyarakat yang kian sadar akan lingkungan dan kesejahteraan pribadi. Memasuki tahun 2026, rumah diprediksi tidak lagi sekadar menjadi tempat bernaung, melainkan ruang hidup yang aktif mendukung kesehatan, kenyamanan, dan ekspresi diri penghuninya.
Melansir berbagai riset dari platform desain dan real estat terkemuka, terdapat lonjakan minat pada fitur-fitur rumah yang mengutamakan keseimbangan antara estetika, ketahanan, dan tanggung jawab ekologis.
Lantas, tren seperti apa yang akan mendominasi? Simak enam prediksi tren rumah tahun 2026 yang bisa Anda terapkan mulai sekarang.
1. Warna Penuh Karakter yang Menyelimuti Ruang
Bersiaplah untuk meninggalkan dinding putih polos! Tren color drenching—yang menerapkan satu warna kuat dan dominan pada seluruh elemen ruangan, termasuk dinding, langit-langit, dan lis—akan semakin populer. Teknik ini menciptakan efek visual yang dramatis namun tetap hangat dan kohesif. Warna-warna tanah seperti hijau zaitun, biru tua, atau merah terakota tidak hanya berani tetapi juga membangun suasana tenang. Warna kini menjadi cerminan kepribadian dan emosi.
2. Fitur Kesehatan sebagai Prioritas Utama
Konsep “wellness living” telah berubah dari tren menjadi kebutuhan pokok. Rumah masa depan akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung kesehatan seperti ruang olahraga mini, pencahayaan adaptif yang menyesuaikan dengan ritme sirkadian, sistem penyaring udara HEPA, hingga kamar mandi bergaya spa. Data dari Zillow mencatat peningkatan lebih dari 30% pada properti dengan fitur wellness, membuktikan bahwa rumah ideal harus mampu meningkatkan kualitas hidup penghuninya.
3. Rumah Ramah Lingkungan dan Hemat Energi
Kesadaran akan perubahan iklim mendorong adopsi solusi berkelanjutan. Panel surya, sistem pengisian kendaraan listrik (EV charger), dan baterai penyimpanan energi rumah tangga perlahan menjadi standar baru. Selain mengurangi jejak karbon, teknologi hijau ini terbukti menghemat biaya operasional jangka panjang. Di Indonesia, penggunaan atap surya dan peralatan hemat energi juga menunjukkan peningkatan signifikan, menandai era rumah berkelanjutan sebagai investasi masa depan.
4. Hunian Tangguh terhadap Bencana
Dampak perubahan iklim yang kian nyata melahirkan tren rumah tahan bencana. Desain arsitektur mulai mengintegrasikan fitur-fitur ketangguhan, seperti elevasi lantai untuk pencegahan banjir, sistem sprinkler otomatis, serta lanskap dengan tanaman tahan api. Langkah ini tidak hanya melindungi aset berharga, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran bagi keluarga yang tinggal di wilayah rawan.
5. Sudut Baca yang Nyaman dan Penuh Ketenangan
Setelah tren work from home, kini hadir kebutuhan akan “reading corner” atau sudut baca pribadi. Zillow melaporkan peningkatan hampir 50% pada pencarian rumah dengan area baca khusus. Desainnya bisa sangat sederhana; mulai dari bangku jendela, ceruk di bawah tangga, hingga lemari kecil yang disulap menjadi mini-library. Sudut ini berfungsi sebagai ruang jeda dan pelarian dari kejenuhan dunia digital.
6. Aksen Personal dan Sentuhan Buatan Tangan
Gaya minimalisme ekstrem mulai tergeser oleh kehangatan nuansa personal. Rumah masa kini lebih menonjolkan karakter melalui detail buatan tangan, barang vintage, atau elemen kayu alami. Karya seni handmade, perabot daur ulang, dan rak kayu bergaya rustic memberikan nuansa orisinal dan autentik yang mencerminkan kepribadian pemiliknya. Tren ini membuktikan bahwa rumah yang indah tidak harus sempurna, yang penting memiliki cerita.
Pada akhirnya, tahun 2026 menandai era di mana rumah didesain untuk menjadi lebih manusiawi, sehat, dan bermakna. Semua tren ini bermuara pada satu tujuan: menciptakan ruang yang benar-benar membuat kita merasa “pulang”.













