Jakarta, CoreNews.id – Sebanyak 968 prajurit TNI Angkatan Darat dari Batalyon Komposit Gardapati (Yonkomposit 1/GP) menggelar latihan militer di sejumlah wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mulai Rabu (22/10/2025).
Komandan Yonkomposit 1/GP Letkol Inf Muchamad Ricky Prawiratama mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di luar ruangan selama latihan berlangsung karena akan digunakan peluru daya ledak tinggi.
“Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, pasien dengan kondisi medis khusus, bayi, dan anak-anak diimbau untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya.
Latihan mencakup wilayah Desa Air Lengit, Sebadai Ulu, Kelarik, Batubi, dan Teluk Buton. Ricky menjelaskan latihan ini merupakan bagian dari program rutin untuk memelihara kemampuan satuan dan prajurit.
Sementara itu, Kapendam XIX/Tuanku Tambusai Letkol Inf Faizal Rangkuti mengatakan latihan ini adalah latihan menembak senjata berat teknis (latbakjatratnis) yang terintegrasi dengan uji siap tempur (UST) dan ditutup dengan Latihan Antar Kecabangan TNI AD (YTP Yonkomposit 1/GP TA 2025).
“Latihan ini sudah pernah dilaksanakan di Natuna sebelumnya, terakhir pada tahun 2016 dan 2017,” kata Faizal.
Menurut Faizal, latihan kali ini melibatkan alutsista canggih seperti rudal Starstreak milik Arhanud dan MLRS Astros II MK 6 milik Armed TNI AD. “Imbauan ini semata-mata untuk menjaga keselamatan masyarakat di sekitar daerah latihan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen TNI AD menjaga kedaulatan NKRI, sekaligus memastikan Yonkomposit 1/Gardapati siap menghadapi berbagai ancaman di wilayah Natuna dan Laut Natuna Utara.
Selain itu, TNI juga menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako bagi masyarakat sekitar yang terdampak kegiatan latihan. Masyarakat juga senang karena Yonkomposit melaksanakan kegiatan bhakti sosial bagi warga yang tidak bisa melaut atau berkebun selama latihan,” tutur Faizal.













