Jakarta, CoreNews.id – Majalah TIME kembali membuat kejutan besar. Untuk Person of the Year 2025, media legendaris ini tidak memilih satu tokoh manusia, melainkan sebuah kekuatan global: “Architects of AI” atau para arsitek kecerdasan buatan.
Dalam pengumumannya, TIME menyebut 2025 sebagai tahun ketika potensi Artificial Intelligence (AI) “menggema keras dan tak bisa dihentikan.” Teknologi ini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi aktor utama yang membentuk masa kini dan masa depan umat manusia.
“Untuk menghadirkan era mesin berpikir, membuat manusia takjub sekaligus cemas, serta mentransformasi realitas dan melampaui batas kemungkinan, Architects of AI adalah TIME’s 2025 Person of the Year,” tulis TIME.
Mengapa AI Dipilih Sebagai Person of the Year 2025?
Pilihan ini dinilai hampir tak terelakkan. Sepanjang 2025, AI mendominasi pemberitaan global—dari dunia bisnis, pendidikan, hingga budaya populer.
AI memicu perdebatan sengit, terutama di sektor kreatif. Seniman, penulis, dan musisi menyuarakan kekhawatiran soal:
- Penggunaan karya berhak cipta oleh AI
- Hilangnya lapangan pekerjaan
- Menurunnya kapasitas berpikir kritis manusia
Tak heran jika AI juga memengaruhi Word of the Year di berbagai kamus ternama dunia.
“Vibe Coding”, “Parasocial”, hingga “AI Slop”: Alarm Budaya Global
Beberapa istilah populer 2025 mencerminkan kecemasan publik terhadap AI:
- Collins Dictionary: Vibe coding — membuat aplikasi hanya dengan mendeskripsikannya ke AI
- Cambridge Dictionary: Parasocial — hubungan satu arah yang “tidak sehat” antara manusia dan figur publik, termasuk chatbot AI
- Macquarie Dictionary: AI slop — konten AI berkualitas rendah yang membanjiri internet
Fenomena ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya teknologi, melainkan fenomena sosial dan budaya.
Dampak Besar AI: Dari Bisnis hingga Ruang Kelas
Editor-in-chief TIME, Sam Jacobs, menegaskan bahwa Person of the Year dipilih berdasarkan dampak—baik atau buruk—terhadap kehidupan manusia.
“Tahun ini, tidak ada yang berdampak lebih besar dibanding mereka yang membayangkan, merancang, dan membangun AI,” tulis Jacobs.
TIME mencatat:
- Setiap industri kini bergantung pada AI
- Setiap perusahaan mengintegrasikan AI
- Setiap negara berlomba membangun teknologi ini
CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan menyebut AI sebagai “teknologi paling berdampak di zaman kita.”
Harga Mahal di Balik Kemajuan AI
Meski revolusioner, AI membawa konsekuensi serius:
- Konsumsi energi besar
- Hilangnya jutaan pekerjaan
- Penyebaran misinformasi dan deepfake
- Ancaman serangan siber otomatis
- Konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir elite teknologi
TIME memperingatkan bahwa sejarah menunjukkan kemajuan teknologi sering berjalan beriringan dengan ketimpangan yang makin tajam.
Bukan Pertama Kali: Saat TIME Pilih Non-Manusia
Ini adalah ketiga kalinya TIME memilih entitas non-manusia:
- 1982: Personal Computer (Machine of the Year)
- 1988: Endangered Earth (Planet of the Year)
- 2006: “You”, simbol kebangkitan pengguna media sosial
Sejak pertama kali diberikan pada 1927, gelar ini selalu mencerminkan roh zaman.
Era AI Tak Terbendung
Penunjukan Architects of AI sebagai TIME Person of the Year 2025 menegaskan satu hal:
kita telah resmi memasuki era mesin berpikir, dan tak ada jalan kembali.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah AI akan mengubah hidup kita, melainkan sejauh apa manusia mampu mengendalikannya.
Sumber: Euronews.com













