Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Bukan Manusia! TIME Person of the Year 2025 Diberikan ke “Architects of AI”, Ini Alasannya

by Teguh Imam Suyudi
1 Januari 2026 | 21:00
in Tokoh
ai-traveling-keamanan-data-wisatawan

Ilustrasi Keamanan Data (Gambar: Dok. Kaspersky)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Majalah TIME kembali membuat kejutan besar. Untuk Person of the Year 2025, media legendaris ini tidak memilih satu tokoh manusia, melainkan sebuah kekuatan global: “Architects of AI” atau para arsitek kecerdasan buatan.

Dalam pengumumannya, TIME menyebut 2025 sebagai tahun ketika potensi Artificial Intelligence (AI) “menggema keras dan tak bisa dihentikan.” Teknologi ini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi aktor utama yang membentuk masa kini dan masa depan umat manusia.

“Untuk menghadirkan era mesin berpikir, membuat manusia takjub sekaligus cemas, serta mentransformasi realitas dan melampaui batas kemungkinan, Architects of AI adalah TIME’s 2025 Person of the Year,” tulis TIME.

Mengapa AI Dipilih Sebagai Person of the Year 2025?

Pilihan ini dinilai hampir tak terelakkan. Sepanjang 2025, AI mendominasi pemberitaan global—dari dunia bisnis, pendidikan, hingga budaya populer.

AI memicu perdebatan sengit, terutama di sektor kreatif. Seniman, penulis, dan musisi menyuarakan kekhawatiran soal:

  • Penggunaan karya berhak cipta oleh AI
  • Hilangnya lapangan pekerjaan
  • Menurunnya kapasitas berpikir kritis manusia

Tak heran jika AI juga memengaruhi Word of the Year di berbagai kamus ternama dunia.

“Vibe Coding”, “Parasocial”, hingga “AI Slop”: Alarm Budaya Global

Beberapa istilah populer 2025 mencerminkan kecemasan publik terhadap AI:

  • Collins Dictionary: Vibe coding — membuat aplikasi hanya dengan mendeskripsikannya ke AI
  • Cambridge Dictionary: Parasocial — hubungan satu arah yang “tidak sehat” antara manusia dan figur publik, termasuk chatbot AI
  • Macquarie Dictionary: AI slop — konten AI berkualitas rendah yang membanjiri internet

Fenomena ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya teknologi, melainkan fenomena sosial dan budaya.

READ  Mahathir Mohamad Genap 100 Tahun, Masih Bugar dan Aktif di Dunia Politik

Dampak Besar AI: Dari Bisnis hingga Ruang Kelas

Editor-in-chief TIME, Sam Jacobs, menegaskan bahwa Person of the Year dipilih berdasarkan dampak—baik atau buruk—terhadap kehidupan manusia.

“Tahun ini, tidak ada yang berdampak lebih besar dibanding mereka yang membayangkan, merancang, dan membangun AI,” tulis Jacobs.

TIME mencatat:

  • Setiap industri kini bergantung pada AI
  • Setiap perusahaan mengintegrasikan AI
  • Setiap negara berlomba membangun teknologi ini

CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan menyebut AI sebagai “teknologi paling berdampak di zaman kita.”

Harga Mahal di Balik Kemajuan AI

Meski revolusioner, AI membawa konsekuensi serius:

  • Konsumsi energi besar
  • Hilangnya jutaan pekerjaan
  • Penyebaran misinformasi dan deepfake
  • Ancaman serangan siber otomatis
  • Konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir elite teknologi

TIME memperingatkan bahwa sejarah menunjukkan kemajuan teknologi sering berjalan beriringan dengan ketimpangan yang makin tajam.

Bukan Pertama Kali: Saat TIME Pilih Non-Manusia

Ini adalah ketiga kalinya TIME memilih entitas non-manusia:

  • 1982: Personal Computer (Machine of the Year)
  • 1988: Endangered Earth (Planet of the Year)
  • 2006: “You”, simbol kebangkitan pengguna media sosial

Sejak pertama kali diberikan pada 1927, gelar ini selalu mencerminkan roh zaman.

Era AI Tak Terbendung

Penunjukan Architects of AI sebagai TIME Person of the Year 2025 menegaskan satu hal:
kita telah resmi memasuki era mesin berpikir, dan tak ada jalan kembali.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah AI akan mengubah hidup kita, melainkan sejauh apa manusia mampu mengendalikannya.

Sumber: Euronews.com

Tags: AI 2025Artificial IntelligenceTeknologi Masa DepanTIME Person Of The Year
Previous Post

Nikmat Allah Tak Terhitung, Mengapa Masih Lalai Bersyukur? Inilah Doa Agar Tak Kufur Nikmat

Next Post

Tutup 2025 dengan Aksi Nyata, PGE Berbagi Kehangatan untuk 400 Anak di 9 Wilayah Indonesia

Next Post
pge-berbagi-kehangatan-akhir-tahun-2025

Tutup 2025 dengan Aksi Nyata, PGE Berbagi Kehangatan untuk 400 Anak di 9 Wilayah Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Gedung Kemenkeu

Kementerian Keuangan Kehilangan Dividen BUMN Rp90 Triliun, Siapkan Strategi Pengganti

8 Mei 2025 | 21:00
PT Synnex Metrodata Indonesia

PT. Synnex Metrodata Indonesia Bergabung dengan Cyble Partner Network Sebagai Distributor Cyble Untuk Indonesia

19 Januari 2024 | 09:00
Tak hanya berdampak pada tekanan darah, kebiasaan makan mi instan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi kerja hormon yang mengatur siklus tidur serta metabolisme tubuh. Di mana efeknya bahkan bisa dirasakan keesokan hari, mulai dari sakit kepala saat bangun tidur, tubuh terasa lelah, hingga tekanan darah yang tetap tinggi.

Makan Mi Instan Larut Malam Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

5 Juni 2026 | 13:08
Transjakarta

Cara Dapat Kartu Transportasi Gratis Jakarta 2025 untuk 15 Golongan — Lengkap & Mudah!

19 Mei 2025 | 17:00
Menurut Samsul Hidayat, pengembangan ETF emas merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion serta seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia.

Lima ETF Emas Baru Diluncurkan BEI

10 Agustus 2026 | 12:01
Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:59
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved