Jakarta, CoreNews.id — Pembongkaran tiang monorel di kawasan Rasuna Said diminta segera dilaksanakan. Proyek yang sudah terbengkalai selama 20 tahun tersebut, telah menjadi satu pandangan yang kurang layak untuk dilihat serta mengganggu estetika Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jakarta Wibi Andrino di Jakarta (7/1/2026). Sekalipun demikian, Koordinator Komisi D DPRD Provinsi Jakarta tersebut mengingatkan akan masalah keamanan dalam pembongkaran tiang monorel, khususnya untuk para pekerjanya. Terlebih, pembongkaran pada tahap awal akan dilakukan oleh Pasukan Kuning Dinas Bina Marga.
Sebagai informasi, menurut Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta Heru Suwondo, pembongkaran satu tiang monorel itu akan memakan waktu sekitar satu hari. Bila pembongkaran ada 98 tiang monorel, maka akan memakan waktu lebih dari tiga bulan. Guna mengatasi potensi macet akibat pembongkaran itu, jalur lambat di kawasan itu akan ditutup untuk proses pembongkaran dan jalur cepat tetap bisa dilalui kendaraan secara penuh.
Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta juga telah menyiapkan anggaran senilai Rp 100 miliar untuk proyek pembongkaran tersebut. Hanya saja anggaran yang berasal dari APBD Jakarta 2026 tersebut, tidak hanya digunakan untuk pembongkaran, melainkan juga penataan jalan dan trotoar di jalan sepanjang sekitar 3,5 kilometer tersebut.*













