Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Tren Baru Hidup Sehat: Kini Pola Makan Bisa Disesuaikan dengan DNA

by Teguh Imam Suyudi
11 Januari 2026 | 18:00
in Gaya Hidup
tren-hidup-sehat-pola-makan-berdasarkan-dna

Ilustrasi Makanan Sehat Seimbang

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Tren hidup sehat terus berkembang. Mulai dari diet keto, plant-based, hingga intermittent fasting, berbagai metode silih berganti populer di media sosial. Namun, tak sedikit orang yang mengeluh, hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang.

Kini, muncul pendekatan baru yang menawarkan solusi lebih personal: food genomics atau nutrigenomik. Metode ini mengatur pola makan berdasarkan profil DNA masing-masing individu.

Konsepnya sederhana: karena setiap orang memiliki kode genetik yang berbeda, maka kebutuhan nutrisinya pun tidak bisa disamaratakan.

“Tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang. Perbedaan kode genetik memengaruhi cara tubuh merespons nutrisi, sehingga pendekatan ini sangat personal,” ujar dr. Davie Muhamad, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dalam keterangannya, 9/01/2026.

Kenapa Diet Bisa Cocok di Satu Orang, Tapi Gagal di Orang Lain?

Pernah merasa sudah mengikuti diet yang sama persis dengan teman, tapi hasilnya berbeda? Menurut dr. Davie, hal ini wajar. Faktor genetik memengaruhi banyak hal, mulai dari metabolisme, penyerapan nutrisi, hingga sensitivitas terhadap makanan tertentu.

Inilah yang menjadi dasar food genomics. Pendekatan ini membantu mengidentifikasi bagaimana tubuh seseorang merespons karbohidrat, lemak, protein, serta kebutuhan vitamin dan mineral tertentu.

Misalnya, ada orang yang lebih optimal dengan asupan karbohidrat tinggi, sementara yang lain justru lebih cocok dengan lemak sehat. Ada pula yang membutuhkan tambahan vitamin D atau omega-3 lebih banyak dibandingkan rata-rata.

Bagaimana Cara Kerja Food Genomics?

Tes food genomics biasanya dilakukan melalui sampel darah atau air liur. Proses analisis memakan waktu sekitar 1–2 minggu. Setelah itu, hasilnya akan diinterpretasikan oleh dokter gizi klinik untuk menyusun rekomendasi nutrisi yang sesuai dengan kondisi genetik seseorang.

READ  Mengenal Penyakit Genetik Langka Progeria 

Tak hanya soal makanan, rekomendasi juga bisa mencakup jenis olahraga yang lebih cocok, pola aktivitas, hingga potensi intoleransi atau alergi makanan.

“Secara teori, hasil nutrigenomik tidak berubah karena genetik bersifat tetap. Tapi dalam praktiknya, tetap harus mempertimbangkan faktor epigenetik dan lingkungan, seperti stres, pola hidup, dan aktivitas fisik,” jelas dr. Davie.

Artinya, meski berbasis DNA, pendekatan ini tetap fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi kehidupan sehari-hari.

Bukan Jalan Pintas, Tapi Pendukung Gaya Hidup Sehat

Meski terdengar futuristik, dr. Davie menegaskan bahwa food genomics bukanlah pengganti prinsip dasar hidup sehat. Masyarakat tetap perlu menjaga kebiasaan sederhana, seperti makan teratur, tidak melewatkan waktu makan, dan memastikan komposisi makanan seimbang.

Food genomics lebih tepat disebut sebagai alat bantu untuk mengenali tubuh sendiri dengan lebih baik.

“Pendekatan ini bisa membantu menentukan pola makan yang lebih sesuai, tetapi tetap harus dibarengi dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan,” katanya.

Diet Masa Depan: Lebih Personal dan Presisi

Ke depan, food genomics diproyeksikan menjadi bagian dari gaya hidup sehat modern. Integrasinya dengan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan perangkat wearable membuka peluang diet yang semakin presisi.

Bayangkan, suatu hari nanti jam tangan pintar bisa memberi rekomendasi menu harian berdasarkan DNA, aktivitas, dan kondisi tubuh secara real-time.

“Harapannya, food genomics dapat menjadi alat pendukung dalam menentukan pola makan yang lebih personal dan berkontribusi pada perbaikan tren kesehatan masyarakat Indonesia dalam sepuluh tahun ke depan,” tutup dr. Davie.

Tags: Diet ModernFood GenomicsGaya Hidup SehatPrimaya HospitalTren Sehat
Previous Post

Guru Besar UIN Jakarta Minta Sarjana Muslim jadi Agen Peradaban

Next Post

Siap Hadapi Tantangan Global! Rakernas PMSM Indonesia Siapkan Strategi Unggul SDM 2025–2028

Next Post
Siap Hadapi Tantangan Global! Rakernas PMSM Indonesia Siapkan Strategi Unggul SDM 2025–2028

Siap Hadapi Tantangan Global! Rakernas PMSM Indonesia Siapkan Strategi Unggul SDM 2025–2028

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
ocean-buddy-dana-konservasi-laut-hiu-paus

Main Game di Aplikasi DANA, Bisa Bantu Selamatkan Hiu Paus!

12 Oktober 2025 | 21:00
“Road to YKABF 2026” menjadi aktivasi publik awal yang memperkenalkan semangat eksperimentasi dan aksesibilitas, kepada audiens yang lebih luas, khususnya mahasiswa, akademisi, dan kreator muda. YKABF mendorong artbook dan zine sebagai medium alternatif dalam produksi pengetahuan—yang bersifat personal, berbasis proses, dan lekat dengan eksplorasi material. Melalui rangkaian program kurasi—mulai dari showcase, diskusi, hingga eksplorasi langsung—acara ini membuka ruang dialog antara praktik artistik dan wacana akademik dalam konteks penerbitan independen.

Yogyakarta Art Book Fair Luncurkan Road to YKABF 2026

12 April 2026 | 15:21
Kesembilan produk makanan olahan mengandung unsur babi tersebut teridentifikasi setelah dilakukan pembuktian melalui uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan BPJPH. Dari kesembilan produk tersebut, tujuh produk bersertifikat halal. Di sini, BPJPH memberikan sanksi berupa penarikan produk dari peredaran. Penarikan ini sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

Marshmallow Mengandung Babi Masih Beredar di Minimarket

23 April 2025 | 11:52
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
iran-as-berunding-oman-ancaman-eskalasi

AS-Iran Bertemu di Pakistan Malam Ini, Damai atau Gagal Total?

11 April 2026 | 21:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved