Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Curhat ke AI Saat Lagi Sedih? Survei Kaspersky Ungkap 30% Orang Indonesia Lakukan Ini!

by Teguh Imam Suyudi
9 Januari 2026 | 19:00
in Tekno
bahaya-bot-ai-kaspersky

Ilustrasi AI dibuat oleh ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Kecerdasan buatan (AI) kini bukan cuma jadi asisten belanja atau perencana liburan. Di Indonesia, AI mulai mengambil peran baru yang cukup mengejutkan: jadi tempat curhat saat seseorang merasa sedih.

Hal ini terungkap dalam survei terbaru Kaspersky yang menunjukkan bahwa 31% pengguna di Indonesia memilih berinteraksi dengan AI ketika sedang tidak bahagia. Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding rata-rata global yang berada di 29 persen.

Tren ini paling kuat terlihat di kalangan Generasi Z dan milenial, di mana 35% responden usia 18–34 tahun mengaku tertarik menggunakan AI sebagai pendamping emosional. Sementara itu, generasi yang lebih tua tampak lebih skeptis—hanya 19% responden usia 55 tahun ke atas yang mempertimbangkan berbicara dengan AI saat sedang kesal.

Survei ini dilakukan oleh Kaspersky Market Research Center pada November 2025, melibatkan 3.000 responden dari 15 negara, termasuk Indonesia.

AI Jadi Andalan Selama Liburan

Survei ini juga mengungkap betapa populernya AI selama musim liburan 2025/2026. Secara global, 74% responden berencana menggunakan AI untuk membantu aktivitas liburan mereka. Antusiasme tertinggi datang dari generasi muda, dengan 86% responden usia 18–34 tahun mengaku akan memanfaatkan teknologi ini.

Mulai dari cari resep makanan (56%), mencari restoran dan penginapan (54%), hingga mencari ide hadiah dan dekorasi (50%), AI semakin dianggap sebagai “teman serba bisa” yang siap membantu kapan saja.

Tak hanya itu, separuh responden juga mempercayakan AI sebagai asisten belanja—mulai dari membuat daftar belanja, mencari promo, sampai menganalisis ulasan produk.

Tapi, Hati-hati: Ada Risiko di Baliknya

Meski praktis, Kaspersky mengingatkan bahwa penggunaan AI yang terlalu berlebihan—terutama untuk urusan emosional—bisa membawa risiko keamanan data.

READ  Google Cloud Hadirkan Program “Indonesia BerdAIa untuk Keamanan Siber”: Terobosan AI untuk Lindungi Aset Digital Nasional

“Chatbot bukan manusia. Mereka dimiliki oleh perusahaan dengan kebijakan pengumpulan data sendiri,” ujar Vladislav Tushkanov, Manajer Grup di Kaspersky AI Technology Research Center, dalam siaran pers, 2/01/2026.

Ia menegaskan bahwa model AI belajar dari data internet, yang berarti bisa mengandung bias, kesalahan, dan informasi keliru. Karena itu, pengguna disarankan untuk tetap skeptis dan tidak terlalu terbuka saat berbagi cerita pribadi.

Tips Aman Curhat ke AI

Kalau kamu termasuk yang suka ngobrol dengan AI, ini beberapa tips agar tetap aman:

  1. Cek kebijakan privasi sebelum mulai chat. Pastikan datamu tidak digunakan untuk iklan atau dijual ke pihak ketiga.
  2. Hindari berbagi data sensitif, seperti identitas, alamat, atau informasi keuangan.
  3. Gunakan layanan AI dari perusahaan tepercaya dan pastikan perangkatmu dilindungi dengan sistem keamanan yang mampu mendeteksi phishing dan tautan berbahaya.

AI: Teman Baru di Era Digital?

Fenomena ini menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan teknologi semakin personal. AI bukan lagi sekadar alat, tapi mulai dianggap sebagai “teman digital” yang bisa diajak bicara kapan saja.

Namun, para ahli sepakat: AI tetaplah mesin. Ia bisa membantu, tapi tidak bisa menggantikan empati manusia sepenuhnya.

Tags: AIKeamanan Digitalteknologi
Previous Post

GAC Cetak Sejarah! Jadi Produsen Otomotif Pertama di Tiongkok yang Kantongi Sertifikasi Keamanan Data Kendaraan

Next Post

Bukan Cuma Merawat Keluarga, Ibu Juga Harus Dirawat! Ini Pentingnya Skrining Sejak Dini

Next Post
keutamaan-puasa-sunah-syaban

Bukan Cuma Merawat Keluarga, Ibu Juga Harus Dirawat! Ini Pentingnya Skrining Sejak Dini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
aion-ut-sertifikasi-internasional

AION UT Raih Dua Sertifikasi Internasional, Bikin Pengisian Daya Makin Andal!

8 April 2026 | 22:00
ocean-buddy-dana-konservasi-laut-hiu-paus

Main Game di Aplikasi DANA, Bisa Bantu Selamatkan Hiu Paus!

12 Oktober 2025 | 21:00
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Gunung Ruang di Sulut Erupsi Eksplosif, Ratusan Warga Mengungsi

17 April 2024 | 10:00
“Road to YKABF 2026” menjadi aktivasi publik awal yang memperkenalkan semangat eksperimentasi dan aksesibilitas, kepada audiens yang lebih luas, khususnya mahasiswa, akademisi, dan kreator muda. YKABF mendorong artbook dan zine sebagai medium alternatif dalam produksi pengetahuan—yang bersifat personal, berbasis proses, dan lekat dengan eksplorasi material. Melalui rangkaian program kurasi—mulai dari showcase, diskusi, hingga eksplorasi langsung—acara ini membuka ruang dialog antara praktik artistik dan wacana akademik dalam konteks penerbitan independen.

Yogyakarta Art Book Fair Luncurkan Road to YKABF 2026

12 April 2026 | 15:21
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved