Jakarta, CoreNews.id — Konflik Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Federal Reserve Jerome Powell berimbas pada pasar saham global. Pada hari ini (12/11/2026), pasar saham global bergerak volatil dan dolar Amerika Serikat melemah. Misalnya saja, kontrak berjangka indeks S&P 500 turun 0,5 persen, sementara harga emas melonjak dan kembali mencetak rekor tertinggi. Di pasar valuta asing, franc Swiss menguat 0,4 persen ke level 0,7979 per dolar AS dan euro naik 0,17 persen ke US$ 1,1656.
Konflik dimulai sehari sebelumnya (11/1/2026), dimana Powell mengungkapkan pemerintahan Trump mengancamnya dengan dakwaan pidana dan memanggil dewan juri terkait kesaksiannya di Kongres mengenai proyek renovasi gedung The Fed. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menekan bank sentral agar memangkas suku bunga.
Menurut Head of Currency Strategy National Australia Bank, Ray Attrill, konflik terbuka antara The Fed dan pemerintah AS bukan merupakan sentimen positif bagi dolar. Pernyataan ini terbukti. Indeks dolar turun 0,3 persen dan berada di jalur penurunan harian terbesar sejak pertengahan Desember. Sepanjang 2025, dolar telah merosot lebih dari 9 persen akibat menyempitnya selisih suku bunga, pemangkasan suku bunga The Fed, serta kekhawatiran atas defisit fiskal dan ketidakpastian politik AS. Selain itu, harga minyak Brent juga terkoreksi ke US$ 62,90 per barel.*













