Jakarta, CoreNews.id — Pembangunan ekonomi Papua semestinya bertumpu pada komoditas yang menjaga hutan dan selaras dengan standar pasar internasional. Karena itu kakao dan kopi dinilai menjadi lebih tepat dikembangkan sebagai andalan ekspor Papua dibanding sawit karena lebih berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus Papua Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau Billy Mambrasa di Jakarta (17/1/2026). Menurut Billy, kakao dan kopi memiliki keunggulan ekologis dibanding komoditas lain karena tidak mendorong pembabatan hutan yang menyebabkan homogenisasi hutan. Sistem tanamnya pun, masih mempertahankan tutupan hutan. Sehingga, masih ada shade tree dan tanamannya bisa berada di antara hutan produksi, tidak menjadi monokultur.
Menurut Billy kembali, jika kakao dan kopi dikembangkan secara konsisten, Papua bukan hanya menjadi lumbung bahan baku, tetapi pusat pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia. Papua memiliki masa depan besar sebagai garda depan ekspor komoditas Indonesia.*













