Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Dewan Keamanan PBB Bahas Krisis Iran, AS dan Teheran Saling Tuduh

by Miroji
19 Januari 2026 | 15:03
in Internasional
Dewan Keamanan PBB Bahas Krisis Iran, AS dan Teheran Saling Tuduh

sumber foto: Tangkapan Layar UN Web TV

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pertemuan darurat atas permintaan Amerika Serikat (AS) untuk membahas krisis yang semakin memburuk di Iran. Pertemuan berlangsung di Markas PBB, New York, Kamis (15/1/2026), menyikapi situasi yang berkembang sejak 28 Desember 2025.

Sidang tersebut diwarnai saling tuding antara perwakilan AS dan Iran. Amerika diwakili Duta Besar untuk PBB Mike Waltz, sementara Iran diwakili Wakil Perwakilan Tetap Gholamhossein Darzi.

Dalam pertemuan, Waltz menuding pemerintah Iran sebagai rezim yang lemah dan takut terhadap kekuatan rakyat. Ia menilai Teheran berbicara soal dialog, namun bertindak sebaliknya.

“Iran mengatakan siap berdialog, tetapi tindakannya menunjukkan sebaliknya. Ini adalah rezim yang memerintah melalui penindasan dan kekerasan,” ujar Waltz. Ia menegaskan Presiden Donald Trump memiliki seluruh opsi untuk merespons situasi tersebut.

Pernyataan itu dibantah keras Iran. Darzi menyebut pertemuan ini digunakan AS untuk menutupi keterlibatannya dalam kerusuhan di Iran.

“Sangat disayangkan perwakilan Amerika menggunakan kebohongan dan distorsi fakta untuk menyembunyikan peran negaranya,” kata Darzi. Ia menegaskan Iran menolak tuduhan pembunuhan demonstran dan menyatakan pasukan keamanan menghadapi kelompok teroris bersenjata yang didukung pihak asing.

Ketegangan ini kembali menegaskan tajamnya konflik diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang belum stabil.

READ  Singapura Mulai Puasa 2 Maret 2025
Tags: Amerika SerikatDewan Keamanan PBBDonald TrumpIranKrisis IranPBB
Previous Post

Presiden Iran: Serangan terhadap Khamenei Berarti Deklarasi Perang

Next Post

Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Didakwa Terima Gratifikasi Rp3,3 Miliar

Next Post
Wamenaker Ungkap Praktik Penahanan Ijazah di Sejumlah BUMN

Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Didakwa Terima Gratifikasi Rp3,3 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

23 Oktober 2026 | 11:24
qatar-turkiye-pakistan-indonesia-kerja-sama-pertahanan

Qatar, Turkiye, Pakistan, Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertahanan

23 Oktober 2026 | 08:00
Menurut Hasan, besarnya sanksi tersebut menjadi rekor denda terbesar sepanjang sejarah OJK. OJK juga tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat apabila pelanggaran yang dilakukan memang menuntut konsekuensi hukum yang berat. Khusus penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal tidak berhenti pada sanksi administratif. Jika hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut menemukan dugaan tindak pidana yang didukung bukti cukup, perkara dapat ditindaklanjuti melalui proses penyidikan dan jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

OJK Jatuhkan Denda Rp 2,52 Triliun pada Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

23 Oktober 2026 | 15:53
dki-jakarta-transportasi-gratis-pencari-kerja-2027

DKI Jakarta Gratiskan Transportasi Bagi Pencari Kerja Mulai 2027

23 Oktober 2026 | 09:00
Menurut Firman, penurunan GWM sebesar satu poin persentase diperkirakan dapat menambah likuiditas perbankan sekitar Rp90 triliun. Kebijakan ini ditempuh untuk menyeimbangkan likuiditas di pasar uang dan perbankan di tengah pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga (DPK).

BI Turunkan GWM 2 Persen

23 Oktober 2026 | 16:49
ini-3-sektor-dengan-pertumbuhan-laba-bersih-tertinggi-2025

Ini 3 Sektor di BEI dengan Pertumbuhan Laba Bersih Tertinggi di Semester I-2025

4 Agustus 2025 | 18:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved