Jakarta, CoreNews.id — PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkan kontrak baru sebesar Rp 23,8 triliun, lebih tinggi 31,49% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya senilai Rp 18,1 triliun, dengan fokus utama masih pada lini bisnis engineering & konstruksi. Arah strategi ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong BUMN karya untuk kembali memperkuat core business masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Corporate Secretary PT Adhi Karya Tbk Rozi Sparta di Jakarta, (19/1/2026). Menurut Rozi, ADHI pada tahun 2025 berhasil membukukan total kontrak baru sebesar Rp 18,1 triliun, melampaui target revisi RKAP 2025 sebesar Rp 17 triliun. Berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari 91% engineering & construction, 5% manufacture, 3% property & hospitality, dan 1% investment & concession. Dari sisi tipe pekerjaan, 43% berasal dari proyek gedung, 15% infrastruktur sumber daya air, 14% jalan & jembatan, dan sisanya proyek lainnya.
Terkait perolehan kontrak baru di periode kuartal pertama tahun 2026, Rozi dicatat belum bisa memerincinya. Hal ini karena beberapa proyek masih berada dalam proses tender.*












