Jakarta, CoreNews.id – Uni Eropa menegaskan dukungan penuh kepada Greenland dan Denmark dalam menjaga kedaulatan wilayah mereka di tengah meningkatnya ketegangan global. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam sidang pleno Parlemen Eropa di Strasbourg, Selasa (20/1/2026), sebagaimana dilansir Anadolu.
Kallas menekankan bahwa kedaulatan tidak dapat dijadikan alat tawar-menawar politik maupun ekonomi. Menurutnya, prinsip dasar hukum internasional menyatakan tidak ada satu pun negara yang berhak merebut wilayah negara lain.
“Greenland adalah milik rakyatnya, tidak ada ancaman atau tarif yang akan mengubah itu. Kedaulatan bukan untuk diperdagangkan,” tegasnya.
Ia menyebut prinsip tersebut berlaku universal, baik di Ukraina, Greenland, maupun kawasan lain di dunia. Uni Eropa, lanjut Kallas, tetap berkomitmen menjaga tatanan internasional berbasis aturan dan hukum.
Terkait masa depan Greenland, Kallas menegaskan pembahasan hanya dilakukan antara Denmark dan Greenland tanpa campur tangan pihak luar. Ia memperingatkan bahwa tekanan eksternal, termasuk ancaman tarif, bersifat kontraproduktif dan berpotensi merugikan semua pihak, termasuk Eropa dan Amerika Serikat.













