Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Generasi Muda Tak Lagi Impulsif Pilih Rumah, Mobilitas dan Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan‎

by Miroji
21 Januari 2026 | 07:40
in Properti
Generasi Muda Tak Lagi Impulsif Pilih Rumah, Mobilitas dan Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan‎

Foto: Istimewa

Bagikan sekarang:


‎Jakarta, CoreNews.id – Perilaku generasi muda Indonesia dalam memilih hunian mengalami pergeseran signifikan sepanjang 2025. Mereka tak lagi mengejar kepemilikan rumah secara impulsif, melainkan menjadikan proses pencarian sebagai bagian dari perencanaan hidup jangka menengah yang disesuaikan dengan kondisi finansial dan fase kehidupan.
‎
‎Gambaran tersebut tercermin dalam laporan 123 Property Recap 2025: The Youth Move yang dirilis oleh Rumah123. Laporan ini disusun berdasarkan data agregat non-personal dari aktivitas pencarian hunian di portal Rumah123 sepanjang 2025.
‎
‎Dalam laporannya, Rumah123 menyebut generasi muda kini memosisikan pencarian hunian sebagai proses eksplorasi. “Generasi muda cenderung menunda keputusan beli hingga terdapat kesesuaian antara kebutuhan hidup dan kesiapan finansial,” tulis Rumah123 seperti diterima CoreNews.id, Senin (20/1/2026).


‎‎Usia Produktif Dominasi Pencarian Hunian
‎
‎Data Rumah123 menunjukkan, 63,5 persen pencarian hunian sepanjang 2025 berasal dari kelompok usia 18 hingga 44 tahun. Rinciannya, usia 18–24 tahun menyumbang 19,9 persen pencarian, usia 25–34 tahun sebesar 25,6 persen, dan usia 35–44 tahun mencapai 18 persen.
‎
‎Meski demikian, tingginya aktivitas pencarian tidak serta-merta mencerminkan kesiapan membeli. Bagi Gen Z, pencarian rumah lebih banyak berfungsi sebagai sarana memahami pasar.
‎
‎“Bagi kelompok usia 18–24 tahun, mencari rumah masih soal melihat dan membandingkan—harga, lokasi, dan tipe hunian—bukan untuk segera mengambil komitmen,” tulis laporan tersebut.
‎
‎Laporan ini juga mencatat mayoritas generasi muda tidak lagi mengejar rumah besar. Sepanjang 2025, 62,4 persen pencarian hunian terkonsentrasi pada rumah berukuran hingga 150 meter persegi, dengan dominasi pada hunian kecil hingga menengah.
‎
‎Menurut Rumah123, tren tersebut menunjukkan perubahan paradigma. Hunian dipilih bukan sebagai simbol pencapaian, melainkan ruang hidup yang fungsional dan realistis secara finansial.
‎
‎“Generasi muda memilih hunian yang ‘cukup’—cukup untuk ditinggali, cukup untuk dikelola secara finansial, dan cukup fleksibel untuk perubahan hidup ke depan,” tulis Rumah123.
‎
‎Dari sisi lokasi, wilayah dengan konektivitas tinggi menjadi incaran utama. Tangerang mencatat minat pencarian tertinggi dengan porsi 13,9 persen, diikuti Jakarta Selatan 11,4 persen, Jakarta Barat 9,7 persen, Bandung 7,9 persen, dan Jakarta Utara 7,1 persen.
‎
‎Rumah123 menilai, generasi muda kini lebih mempertimbangkan efisiensi mobilitas dibanding kedekatan dengan pusat kota. “Waktu tempuh dan akses transportasi menjadi pertimbangan utama dalam memilih hunian,” tulis laporan tersebut.
‎
‎Apartemen untuk Fleksibilitas, Rumah Tapak untuk Stabilitas
‎
‎Perbedaan orientasi juga terlihat pada jenis hunian. Apartemen lebih banyak dipilih untuk disewa dengan porsi 71,6 persen, sementara rumah tapak menunjukkan keseimbangan antara sewa dan beli.
‎
‎Rumah123 menyimpulkan, pola ini mencerminkan kematangan generasi muda dalam mengambil keputusan. “Hunian tidak lagi dipandang sebagai satu keputusan besar seumur hidup, melainkan rangkaian keputusan yang menyesuaikan fase kehidupan,” tulis Rumah123.
‎
‎Laporan ini menjadi indikasi kuat bahwa generasi muda kini berperan sebagai aktor utama dalam mengarahkan dinamika pasar properti nasional, sekaligus memberi sinyal perubahan arah pasar menuju 2026.

READ  Jokowi Groundbreaking Bandara VVIP IKN Nusantara

Tags: 99.coRumah123
Previous Post

Indonesia-Inggris Resmi Kerja Sama Ekonomi

Next Post

Doa Saat Hujan & Petir, Amalkan!

Next Post
senin-bmkg-prakirakan-mayoritas-kota-besar-di-indonesia-diguyur-hujan

Doa Saat Hujan & Petir, Amalkan!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
kumpul-kebo-dipidana-kuhp-baru-2026

Tinggal Serumah Tanpa Nikah Bisa Dipenjara Mulai 2026! Ini Aturan Lengkap KUHP Baru yang Wajib Diketahui

2 Januari 2026 | 19:00
phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

GRC Jadi Enabler agar Pertamina Hulu Energi Melaju Cepat

17 September 2026 | 09:00
Kemenhaj kini tengah melakukan verifikasi ulang terhadap tiga travel tersebut untuk memastikan biro perjalanan yang beroperasi benar-benar layak dan aman digunakan masyarakat. Selain itu, Kemenhaj juga akan memblokir akses akun tiga travel umrah tersebut pada Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh). Ketiganya, kini tidak dapat melakukan input data melalui sistem.

Tiga Travel Haji dan Umrah Resmi Dibekukan

16 September 2026 | 13:39
gaji-ke-13-pns-2025-jadwal-dan-rincian-tunjangan

Login ASN Digital Wajib Gunakan MFA: Ini Cara Aktivasinya

14 April 2025 | 13:00
Jika dihitung sejak 2017 hingga Agustus 2026, OJK bersama Satgas PASTI telah menghentikan atau memblokir total entitas ilegal sebanyak 15.228. Berdasarkan data, OJK paling banyak menghentikan atau memblokir pinjaman online (pinjol) ilegal sebanyak 12.824, disusul investasi ilegal sebanyak 2.124, gadai ilegal sebanyak 278, serta aktivitas keuangan ilegal lainnya sebanyak 2

Kegiatan Usaha 27 Entitas Gadai Ilegal Berhasil Dihentikan OJK per Agustus 2026

16 September 2026 | 11:17
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved