Jakarta, CoreNews.id – Dua sekutu utama Amerika Serikat di kawasan Teluk, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), secara tegas menyatakan tidak akan membantu Washington apabila melancarkan serangan militer terhadap Iran. Sikap tersebut menjadi hambatan diplomatik serius bagi pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang tengah mempertimbangkan opsi militer menyusul tindakan keras Teheran terhadap para pengunjuk rasa.
Pada Selasa, 27 Januari 2026, Arab Saudi secara resmi melarang penggunaan wilayah udara maupun teritorialnya untuk kepentingan serangan AS ke Iran. Keputusan ini menyusul pernyataan serupa dari Kementerian Luar Negeri UEA sehari sebelumnya, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bahkan menyampaikan sikap tersebut secara langsung kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian. “Kerajaan tidak akan membiarkan wilayah udara atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran,” demikian pernyataan resmi Arab Saudi.
Langkah Riyadh dan Abu Dhabi dinilai sebagai kemunduran kebijakan luar negeri Washington. AS sebelumnya berupaya menekan Iran agar menghentikan pengayaan uranium serta mengakhiri represi terhadap demonstran.













