Jakarta, CoreNews.id – The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara kembali hadir pada tanggal 4-8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Kini pada penyelenggaraan yang ke-26, INACRAFT beralih dari pendekatan geografis kepada pendekatan human-centered dengan menempatkan womenpreneurs sebagai ikon utama. Mengusung konsep tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, INACRAFT memanfaatkan momentum ini untuk merayakan kreativitas Perempuan.

“Melalui penyelenggaraan ini, INACRAFT berharap perempuan Indonesia dapat terus bangkit. Semangat perempuan adalah semangat kehidupan INACRAFT ke depan. Dari tangan mereka, budaya, ekonomi kreatif, dan jati diri bangsa dapat terus tumbuh dan berkembang,” ungkap Ketua Umum ASEPHI, DR. Muchsin Ridjan pada jumpa Pers, Selasa (3/2/2026).
Pameran diikuti oleh total 1.013 peserta stand. Peserta Individu sebanyak 788 peserta, untuk total peserta Kementerian, BUMN, dan Dinas sebanyak 208 stand, sementara itu peserta dari Luar Negeri sebanyak 10 stand. Terdapat juga 21 island yang diisi oleh beberapa Kementerian, BUMN, Dinas, dan Mitra INACRAFT. Selain itu, terdapat peserta Talam (Kuliner Nusantara) sebanyak 56 peserta. INACRAFT menetapkan target transaksi retail sebesar 102,5 milyar rupiah dengan kontrak dagang diharapkan mencapai USD 1,5 juta. Tahun ini, INACRAFT menargetkan 100.000 pengunjung dan buyers dari luar negeri sebanyak 1.000 visitors yang berasal dari Jepang, Singapura, Malaysia, Timor Leste, USA, India, Australia, Perancis, Uzbekistan, Filipina, Brunei Darussalam, dan Maroko.
Pameran INACRAFT dibuka untuk umum dari pukul 10:00 s.d. 21:00 WIB dengan tiket masuk sebesar Rp35 ribu. Pengunjung dapat membeli tiket dengan melakukan pre-registration pada website official INACRAFT. Pengunjung juga bisa membeli tiket secara langsung pada ticket box yang berlokasi di venue pameran.













