Jakarta, CoreNews.id – Tim putri dan putra Indonesia harus menghentikan langkah di semifinal Kejuaraan Beregu Asia 2026 setelah sama-sama menelan kekalahan 1-3, Sabtu (7/2/2026), di Conson Gymnasium, Qingdao, China.
Pada sektor putri, Indonesia takluk dari Korea Selatan. Kekalahan dipastikan pada partai keempat setelah ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menyerah dua gim langsung 19-21, 19-21 dari pasangan Lee Seo-jin/Lee Yeon-woo.
Bermain dalam tempo tinggi selama 64 menit, Tiwi/Fadia tampil kompetitif. Gim pertama berlangsung ketat sejak awal. Sempat tertinggal, pasangan Indonesia mampu menyamakan kedudukan dan terus menempel perolehan angka. Namun, Lee/Lee tampil lebih tenang di poin-poin akhir dan menutup gim pertama 21-19.
Pada gim kedua, Tiwi/Fadia mencoba tampil lebih agresif dan sempat memimpin. Reli-reli panjang mewarnai laga sebelum kedudukan kembali imbang 19-19. Dua poin beruntun dari pasangan Korea Selatan memastikan kemenangan sekaligus mengakhiri perjuangan Indonesia.
Sebelumnya, Indonesia tertinggal setelah tunggal pertama Thalita Ramadhani Wiryawan kalah dari Kim Ga-eun 5-21, 4-21. Korea Selatan memperlebar keunggulan lewat kemenangan Baek Ha-na/Kim Hye-jeong atas Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum 21-14, 21-10. Indonesia sempat memperkecil skor melalui kemenangan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi atas Park Ga-eun 21-14, 21-13.
Hasil ini mengulang pencapaian 2024 ketika tim putri juga terhenti di semifinal. Prestasi terbaik masih menjadi juara edisi 2022.
Nasib serupa dialami tim putra Indonesia yang kalah 1-3 dari Jepang. Kekalahan dipastikan pada partai keempat melalui ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menyerah 17-21, 15-21 dari Takumi Nomura/Yuichi Shimogami.
Secara peringkat, Raymond/Joaquin lebih unggul. Namun, pengalaman Nomura dan Shimogami menjadi pembeda. Pasangan Jepang tampil lebih efektif mengatur tempo dan memanfaatkan celah pertahanan Indonesia.
Satu-satunya poin Indonesia diraih tunggal pertama Moh Zaki Ubaidillah yang mengalahkan Kenta Nishimoto 22-20, 21-16. Akan tetapi, kekalahan Muhammad Rian Ardianto/Leo Rolly Carnando dari Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi serta Prahdiska Bagas Shujiwo dari Yushi Tanaka membuat Indonesia gagal memaksakan laga hingga partai kelima.
Kegagalan menembus final membuat tim putra belum mampu mengakhiri paceklik gelar sejak terakhir kali juara pada 2020. Indonesia pun harus kembali puas dengan capaian empat besar pada edisi kali ini.













