Jakarta, CoreNews.id – Berpuasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Meski tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama belasan jam, aktivitas fisik tetap bisa dilakukan asal tahu waktu dan porsinya.
Dokter spesialis olahraga, dr. Andi Pratama, mengatakan olahraga saat puasa justru bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan metabolisme tubuh. “Kuncinya adalah memilih waktu yang tepat dan tidak memaksakan diri. Dengarkan kondisi tubuh,” ujarnya.
Waktu ideal untuk berolahraga adalah menjelang berbuka puasa atau setelah salat tarawih. Jika dilakukan 30–60 menit sebelum berbuka, tubuh tidak perlu menunggu lama untuk mengganti cairan yang hilang. Sementara olahraga setelah tarawih cocok bagi yang ingin durasi lebih panjang dengan intensitas ringan hingga sedang.
Jenis olahraga yang disarankan pun tidak perlu berat. Jalan santai, yoga, bersepeda ringan, atau latihan kekuatan dengan beban tubuh (bodyweight training) sudah cukup untuk menjaga stamina. Hindari latihan intensitas tinggi seperti HIIT atau angkat beban berat, terutama jika tubuh terasa lemas.
Selain itu, penting memperhatikan asupan saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan agar tubuh tetap terhidrasi. “Jangan lupa minum air putih yang cukup di malam hari untuk mengganti cairan tubuh,” tambah dr. Andi.
Bagi pemula, durasi 20–30 menit sudah cukup. Jika muncul pusing, mual, atau lemas berlebihan, sebaiknya segera hentikan aktivitas.
Ramadan adalah momen menjaga keseimbangan, termasuk dalam beraktivitas fisik. Dengan perencanaan yang tepat, tubuh tetap bugar dan ibadah pun berjalan lancar.













