Jakarta CoreNews.id – Masyarakat kerap mengandalkan suplemen untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, tidak semua produk aman dikonsumsi, terutama tanpa pengawasan tenaga medis. Mengutip siaran Eating Well pada Sabtu (21/2/2026), para ahli gizi mengingatkan sejumlah suplemen justru berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Berikut enam suplemen yang tidak disarankan untuk kesehatan jantung:
1. Vitamin E
Meski dikenal sebagai antioksidan, konsumsi vitamin E dosis tinggi dalam bentuk suplemen dikaitkan dengan peningkatan risiko gagal jantung dan stroke hemoragik. Rekomendasi dari Gugus Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat (USPSTF) juga tidak menganjurkan penggunaannya untuk pencegahan penyakit kardiovaskular. Asupan vitamin E sebaiknya diperoleh dari makanan seperti kacang-kacangan dan sayuran hijau.
2. Kalsium
Suplemen kalsium disebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 15 persen pada wanita pascamenopause yang sehat. Meski penting untuk tulang, konsumsi perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu dan konsultasi dokter.
3. Suplemen Energi atau Penurun Berat Badan
Produk ini sering mengandung stimulan seperti kafein dosis tinggi yang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, sehingga membebani sistem kardiovaskular.
4. Beta Karoten
Suplemen beta karoten dosis tinggi berisiko meningkatkan kematian akibat penyakit kardiovaskular, terutama pada perokok.
5. Akar Manis (Licorice)
Kandungan glisirizin dalam licorice dapat menyebabkan retensi natrium dan tekanan darah tinggi, berbahaya bagi penderita hipertensi.
6. Beras Ragi Merah
Mengandung monacolin K yang mirip obat penurun kolesterol, suplemen ini berisiko menimbulkan kerusakan otot, ginjal, dan hati.
Sebagai alternatif, para ahli menyarankan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, mengelola stres, tidur cukup, dan mengonsumsi makanan kaya buah, sayur, serta biji-bijian utuh untuk menjaga kesehatan jantung.













