Jakarta, CoreNews.id — Olahraga selama ibadah puasa Ramadan yang dilakukan dengan tepat akan memberikan banyak manfaat. Hal ini karena aktivitas fisik dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme tubuh.
Pernyataan tersebut disampaikan pakar gizi masyarakat dari IPB University, Muhammad Aries dalam keterangan tertulis di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut Aries, selama berpuasa masyarakat disarankan memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan berlebih. Durasi olahraga yang disarankan berkisar antara 20-45 menit, menyesuaikan kondisi masing-masing individu.
Beberapa jenis olahraga yang dinilai aman dan efektif dilakukan saat puasa antara lain jalan kaki atau jogging ringan selama 30-45 menit, yoga atau peregangan selama 20-30 menit, serta latihan kekuatan ringan seperti push-up, sit-up, atau squat untuk menjaga massa otot. Bersepeda santai dan senam atau aerobik ringan, juga dapat menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh secara berlebihan.
Untuk individu yang terbiasa berolahraga secara rutin, disarankan agar intensitas latihan tetap dikendalikan. Latihan beban sebaiknya dilakukan dengan beban sedang dan volume yang dikurangi. Bila ingin meningkatkan intensitas, repetisi dapat ditambah dengan beban yang lebih ringan.
Disamping jenis dan durasi, pemilihan waktu olahraga direkomendasikan sebelum berbuka puasa, setelah berbuka antara Maghrib dan Isya, setelah Tarawih pada pukul 21.00-23.00, atau sebelum sahur bagi yang sudah terbiasa.*













