Jakarta, CoreNews.id – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam forum Board of Peace (BoP) dinilai bukan sekadar agenda diplomatik biasa.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai Indonesia memilih bergerak cepat di tengah dinamika global dan politik domestik Amerika yang cair.
“Di saat banyak negara masih berhitung dan menunggu, Indonesia memilih bergerak. Nah inilah yang disebut diplomasi menembus batas,” ujarnya, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia menilai kesepakatan tarif 19 persen dan fasilitas nol persen bagi 1.819 produk Indonesia menjadi instrumen strategis memperkuat akses pasar dan stabilitas ekspor. Dalam konteks geopolitik, relasi ekonomi yang terjaga memberi ruang manuver lebih luas bagi Indonesia.
Menurutnya, gestur personal Trump yang memuji Prabowo juga memiliki makna diplomatik. “Bukan sekadar pencitraan politik, melainkan kalkulasi untung-rugi yang jelas,” tegas Agung.
Ia menekankan tantangan berikutnya adalah implementasi agar manfaat diplomasi benar-benar dirasakan pelaku usaha dan masyarakat.













