Jakarta, CoreNews.id – Perusahaan dinilai perlu memberi perhatian yang seimbang terhadap masyarakat sekitar dan lingkungan hidup dalam menjalankan operasional bisnisnya. Prinsip tersebut kembali ditegaskan dalam ajang TOP CSR Awards 2026 yang menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.
Deputi Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Rasio Ridho Sani, mengatakan regulator lingkungan di Indonesia sejatinya telah membicarakan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) sejak 1995 melalui penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper).
CSR Jadi Pilar Pembangunan Berkelanjutan
Menurut Rasio Ridho Sani, pembangunan berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila pemerintah dan dunia usaha berjalan bersama dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Perusahaan harus profit sekaligus memenuhi aturan yang ada,” ujar Rasio dalam sambutannya sebagai keynote speaker TOP CSR Awards 2026.
Ia menekankan, perusahaan tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu memiliki langkah konkret dalam mendukung sustainability atau keberlanjutan.
CSR Bukan Sekadar Filantropi
Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2026, M. Lutfi Handayani, menyampaikan CSR kini bukan lagi sekadar aktivitas filantropi maupun kewajiban administratif perusahaan.
Menurut dia, CSR telah berkembang menjadi bagian penting dari strategi korporasi untuk memperkuat reputasi perusahaan, meningkatkan hubungan dengan stakeholder, sekaligus menciptakan shared value bagi masyarakat dan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, Dr. Mas Achmad Daniri, mengatakan pelaksanaan CSR merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan kepada masyarakat, khususnya masyarakat sekitar yang terdampak langsung oleh operasional bisnis.
Ia menilai perusahaan dapat menerapkan pendekatan creating shared value (CSV) agar program CSR lebih efektif dan memberikan manfaat bersama bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Perusahaan hendaknya berupaya memaksimalkan total manfaat terhadap profit, people, dan planet dari perencanaan strategi bisnis perusahaan,” kata Daniri.












