Jakarta, CoreNews.id – Seluruh korban yang tertimbun longsoran gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, akhirnya ditemukan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta menyatakan operasi pencarian resmi ditutup setelah korban terakhir berhasil dievakuasi.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan tim SAR gabungan menemukan korban terakhir pada Selasa malam. “Pukul 23.30 WIB, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban yang teridentifikasi bernama Riki Supriadi (40) dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati,” kata Desiana dalam keterangannya di Jakarta, 10/3/2026.
Setelah tengah malam, Basarnas memastikan tidak ada lagi laporan korban hilang. Dengan demikian, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan.
Data terakhir menunjukkan total korban longsor sampah di TPST Bantargebang mencapai 13 orang. Sebanyak enam orang selamat, yakni Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir. Sementara tujuh korban meninggal dunia adalah Enda Widayanti, Sumine, Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, Jussova Situmorang, Hardianto, dan Riki Supriadi.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut peristiwa longsor sampah Bantargebang sebagai peringatan keras bagi pemerintah daerah. Menurut dia, metode pengelolaan sampah open dumping harus segera dihentikan karena berisiko bagi keselamatan warga.
Hanif menilai tragedi tersebut mencerminkan kegagalan sistem pengelolaan sampah di Jakarta. Saat ini TPST Bantargebang menampung sekitar 80 juta ton sampah selama 37 tahun, sehingga dinilai telah mencapai beban kritis.
Kementerian Lingkungan Hidup kini melakukan penyidikan menyeluruh untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang.













