Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Vaksinasi Campak Kurangi Resiko Penyakit Komplikasi Hingga Radang Otak

by Irawan Djoko Nugroho
13 Maret 2026 | 11:02
in Gaya Hidup
Menurut Piprim, vaksin campak sangat penting karena penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius terutama pada anak dengan gizi kurang atau imun lemah. Komplikasi umum meliputi radang paru, diare berat yang memicu dehidrasi, infeksi telinga yang berisiko gangguan pendengaran, hingga radang otak

Ilustrasi: Penyakit Campak pada anak. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Berdasar data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), di Indonesia terdapat 10.744 kasus campak, atau menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus campak. Posisi ini berada di bawah Yaman, yang menempati posisi pertama dengan 11.288 kasus. Meningkatnya kasus campak ini, berkaitan erat dengan menurunnya cakupan imunisasi campak di masyarakat. Sebagian orang tua di Indonesia pada saat ini mash merasa ragu atau takut untuk memberikan vaksin kepada anaknya.

Hal tersebut disampaikan Ketua IDAl, dr Piprim Basarah Yanuarso di Rumah Vaksin, Jakarta Timur, (12/3/2026). Menurut Piprim, vaksin campak sangat penting karena penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius terutama pada anak dengan gizi kurang atau imun lemah. Komplikasi umum meliputi radang paru, diare berat yang memicu dehidrasi, infeksi telinga yang berisiko gangguan pendengaran, hingga radang otak.

Sementara itu ditempat yang sama, Direktur Rumah Vaksinasi Pusat, dr Elsa Hufaidah, mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Dalam satu kasus, seorang pasien campak dapat menularkan penyakit tersebut kepada sekitar sebelas orang lainnya. Karenanya, penting bagi anak untuk melengkapi vaksin campak sebagai upaya perlindungan.

Sebagai informasi, vaksin campak wajib diberikan sebanyak tiga kali kepada anak untuk perlindungan optimal, sesuai rekomendasi IDAI. Jadwalnya adalah usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5 hingga 7 tahun. Dan untuk mencegah potensi KLB campak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Rumah Vaskinasi Pusat menyelenggarakan vaksinasi massal gratis pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dikuti oleh sekitar 30 anak usia 9 hingga 15 tahun.*

READ  6 Rebusan Daun untuk Menurunkan Gula Darah secara Alami
Tags: dr Piprim Basarah YanuarsoIkatan Dokter Anak IndonesiaRumah Vaksin Jakarta Timur
Previous Post

BDx Terapkan Standar Data Center Tropis

Next Post

Selama Lebaran, BTN Siapkan Uang Tunai Rp 23,18 Triliun

Next Post
Menurut Ramon, BTN berupaya memastikan ketersediaan uang tunai bagi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Selain menyiapkan dana tunai, BTN juga mendorong nasabah memanfaatkan layanan transaksi digital melalui super app bale by BTN agar transaksi keuangan dapat dilakukan lebih mudah, cepat, dan aman.

Selama Lebaran, BTN Siapkan Uang Tunai Rp 23,18 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
kai-korban-bekasi-timur-posko-info

KAI Pastikan Korban Insiden Bekasi Timur Tertangani, Posko Informasi Dibuka untuk Keluarga

28 April 2026 | 13:00
f16-super-tucano-mendarat-tol-trans-sumatera

TNI AU Perkuat Pertahanan Udara dengan Skuadron Tempur di Sulawesi Tenggara

28 April 2026 | 14:00
PGE Gandeng UGM dan Agrotekno, Kembangkan Booster Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Panas Bumi

PGE Gandeng UGM dan Agrotekno, Kembangkan Booster Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Panas Bumi

27 April 2026 | 21:00
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan hal serupa. Menurut Dony, evaluasi dipastikan juga akan dilakukan terhadap manajemen PT KAI selepas hasil Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Manajemen KAI Akan Dievaluasi Selepas Insiden di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 | 16:21
Silsilah Nabi Ibrahim AS

Silsilah Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:48
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved