Jakarta, CoreNews.id – Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak panik menghadapi situasi geopolitik global yang sedang bergejolak. Ia menegaskan pemerintah tetap memastikan aktivitas ekonomi berjalan dan masyarakat tetap tenang.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
”Dunia penuh ketidakpastian, kita lihat bahwa krisis melanda banyak negara. Kita sikapi krisis ini, tapi ekonomi harus berjalan, rakyat harus tenang,” kata Prabowo.
Prabowo menilai kondisi Indonesia secara umum masih terkendali. Menurutnya, negara memiliki kapasitas untuk menghadapi berbagai tantangan global sehingga roda kehidupan tetap berjalan.
Ia juga meminta seluruh kementerian dan lembaga mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang Lebaran.
”Untuk semua kementerian dan badan, saya berharap bahwa kita laksanakan persiapan menghadapi lebaran,” ujarnya.
Di sisi lain, situasi global tengah memanas akibat konflik di Timur Tengah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.
Memasuki hari ke-13 konflik, jumlah korban tewas dilaporkan melampaui 1.300 orang.
Serangan tersebut juga disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Posisi itu kini dikabarkan digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Media pemerintah Iran melaporkan Mojtaba mengalami luka akibat serangan selama konflik yang disebut sebagai “perang Ramadan”, meski tidak dijelaskan secara rinci jenis lukanya.
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan siap menargetkan kepentingan ekonomi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Komando operasi militer pusat Khatam Al Anbiya menyebut sasaran tersebut termasuk bank yang berafiliasi dengan AS dan Israel.
”Musuh sudah memberi kebebasan kita untuk menyasar pusat-pusat ekonomi dan bank yang terkait Amerika Serikat dan rezim zionis,” demikian pernyataan militer Iran.












