Jakarta, CoreNews.id – Hitachi Vantara resmi mengumumkan pengembangan terbaru pada portofolio Hitachi iQ yang diklaim mampu mempercepat adopsi agentic AI di lingkungan enterprise secara lebih aman dan terkontrol.
Langkah ini mencakup peningkatan AI blueprint, koordinasi multi-agent di Hitachi iQ Studio, dukungan infrastruktur berbasis NVIDIA, serta integrasi data yang lebih cerdas untuk mendukung implementasi AI di lingkungan on-premise maupun virtual.
Pengembangan ini hadir di tengah tantangan perusahaan dalam beralih dari tahap eksperimen menuju implementasi AI skala besar. Kompleksitas data, kebutuhan kedaulatan data (data sovereignty), serta tuntutan keamanan dan tata kelola menjadi hambatan utama.
Berdasarkan laporan terbaru, hanya 42 persen organisasi di Amerika Utara yang tergolong matang dalam pengelolaan data. Namun, dari kelompok tersebut, 84 persen berhasil memperoleh return on investment (ROI) dari AI—jauh lebih tinggi dibandingkan organisasi dengan fondasi data lemah yang hanya mencapai 48 persen.
Chief Product Officer Hitachi Vantara, Octavian Tanase, mengatakan bahwa percepatan adopsi AI tidak selalu diimbangi kesiapan data perusahaan.
“AI bergerak ke tahap produksi lebih cepat daripada kesiapan fondasi data organisasi. Pembaruan ini memberi fleksibilitas dan kontrol lebih besar dalam mengembangkan agentic AI,” ujar Tanase, dalam siaran pers, 19/3/2026.
Infrastruktur AI Makin Kuat dengan NVIDIA
Hitachi iQ kini didukung teknologi GPU terbaru dari NVIDIA, termasuk Blackwell dan Blackwell Ultra, yang dirancang untuk menangani beban kerja AI modern seperti pelatihan model, inferensi, hingga aplikasi berbasis agen.
Selain itu, sistem berbasis NVIDIA MGX juga dihadirkan untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan performa, efisiensi energi, serta kebutuhan ruang dan pendinginan di pusat data.
Platform ini mengintegrasikan komputasi, jaringan, dan penyimpanan dalam satu ekosistem terverifikasi, sehingga memungkinkan data berada lebih dekat dengan proses komputasi untuk meningkatkan efisiensi.
AI Agent Lebih Cerdas dengan Multi-Agent System
Melalui Hitachi iQ Studio, perusahaan kini dapat merancang dan mengelola AI agent dalam lingkungan yang aman.
Fitur terbaru mencakup multi-agent coordination, di mana terdapat pembagian peran antara supervisor agent dan worker agent. Model ini memungkinkan otomatisasi proses kompleks dengan kontrol dan visibilitas yang lebih baik.
Tak hanya itu, dukungan terhadap model bahasa besar (LLM) NVIDIA Nemotron juga ditingkatkan, termasuk fitur “time machine” yang memungkinkan AI membaca dan menganalisis data historis secara kontekstual.
Kemampuan ini dinilai penting untuk sektor industri yang membutuhkan analisis jangka panjang, seperti keuangan, manufaktur, dan kesehatan.
Integrasi Data Lebih Mudah dan Aman
Hitachi juga memperkuat kolaborasi dengan Hammerspace untuk menyederhanakan akses data dalam workflow berbasis AI.
Dengan dukungan Model Context Protocol (MCP), AI agent kini dapat mengakses data secara langsung tanpa perlu memindahkan data dari sumbernya. Hal ini mengurangi kompleksitas infrastruktur sekaligus menjaga keamanan dan kepatuhan data.
Data tetap dikelola dalam platform VSP One dengan jaminan ketersediaan hingga 100 persen, sekaligus mempertahankan fleksibilitas hybrid cloud.
Siap Tampil di NVIDIA GTC 2026
Hitachi Vantara dijadwalkan memamerkan teknologi terbaru ini dalam ajang NVIDIA GTC 2026 yang berlangsung pada 16–19 Maret di San Jose, California.
Melalui inovasi ini, Hitachi iQ diposisikan sebagai solusi AI enterprise yang tidak hanya kuat dari sisi teknologi, tetapi juga memenuhi kebutuhan tata kelola dan keamanan di era AI yang semakin kompleks.













