Jakarta, CoreNews.id – Menyambut periode mudik dan libur Idulfitri 1447 Hijriah, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memastikan keandalan operasional seluruh pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dikelolanya.
Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan listrik nasional di tengah lonjakan kebutuhan energi dan meningkatnya mobilitas masyarakat selama Lebaran.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menegaskan bahwa energi panas bumi menjadi salah satu tulang punggung dalam menjaga keandalan listrik nasional, sekaligus mendukung penyediaan energi bersih.
“Idulfitri selalu menjadi momen hangat bagi masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga. Di saat seperti ini, kehadiran energi yang andal menjadi sangat penting agar masyarakat dapat merayakan dengan nyaman,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (19/3/2026).
Ia menambahkan, PGE berkomitmen memastikan pasokan listrik berbasis panas bumi tetap optimal agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang.
Kapasitas Besar, Kontribusi Signifikan
Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW). Angka tersebut mencakup sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional, menjadikan PGE sebagai pemain utama dalam sektor ini.
Kontribusi tersebut terlihat dari sejumlah wilayah operasional, antara lain:
- PLTP Kamojang: memasok listrik untuk lebih dari 260.000 rumah tangga
- PLTP Lahendong: menyuplai lebih dari 30% kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo
- PLTP Ulubelu: menopang sekitar 20% kebutuhan listrik di Lampung
Keandalan operasional PGE juga tercermin dari availability factor sebesar 98,93 persen dan tingkat gangguan (outage) yang sangat rendah, hanya 0,41 persen.
Energi Stabil Tanpa Bergantung Cuaca
Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menjelaskan bahwa energi panas bumi memiliki keunggulan utama dibanding sumber energi lain.
Menurut dia, panas bumi tidak bergantung pada kondisi cuaca, sinar matahari, maupun pasokan bahan bakar fosil, sehingga lebih stabil untuk menjaga sistem kelistrikan.
“PGE siap mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, terutama saat kebutuhan listrik meningkat seperti periode mudik Idulfitri,” katanya.
PGE juga terus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasionalnya guna memastikan keberlanjutan energi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial.
Dukung Target Energi Bersih Nasional
Komitmen PGE selaras dengan target pemerintah dalam meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) hingga 76 persen pada periode 2025–2034, sebagaimana tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Melalui pengembangan panas bumi yang berkelanjutan, PGE optimistis kontribusi energi bersih akan semakin besar dan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Indonesia.













