Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Kredit Bank Mulai Melambat, Ini Sinyal Bahaya atau Strategi Bertahan?

by Teguh Imam Suyudi
24 Maret 2026 | 18:00
in Bisnis
Ilustrasi Himbara dibuat oleh kecerdasan buatan

Ilustrasi Himbara dibuat oleh kecerdasan buatan

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Penyaluran kredit perbankan di Indonesia menunjukkan perlambatan pada Februari 2026, meskipun masih berada dalam level yang relatif tinggi. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 9,37% secara tahunan, turun dari Januari 2026 yang mencapai 9,96%.

Perlambatan ini terjadi merata di seluruh segmen kredit, baik investasi, modal kerja, maupun konsumsi.

Berdasarkan data BI, kredit investasi tumbuh 20,72% secara tahunan pada Februari 2026, melambat dari Januari yang mencapai 22,38%. Kredit modal kerja tercatat tumbuh 3,88% (dari 4,13%), sementara kredit konsumsi naik 6,34% (dari 6,58%).

Daya Beli Melemah Jadi Pemicu Utama

Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President LPPI, Trioksa Siahaan, menilai perlambatan ini dipicu oleh lemahnya daya beli masyarakat.

Menurutnya, 23/3/2026, permintaan kredit tertahan karena pelaku usaha maupun konsumen masih menahan ekspansi. Faktor lain yang turut memengaruhi antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi yang belum optimal
  • Ancaman inflasi di awal tahun
  • Suku bunga yang masih relatif tinggi
  • Ketidakpastian geopolitik global

Kondisi ini membuat permintaan kredit belum pulih sepenuhnya.

Bank Lebih Selektif Salurkan Kredit

Di sisi lain, Direktur Sagara Research Institute, Piter Abdullah, menilai perbankan kini lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit.

Meski likuiditas tergolong memadai, bank cenderung memperketat penyaluran untuk menghindari risiko kredit macet di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sikap wait and see ini turut menahan laju pertumbuhan kredit secara keseluruhan.

Kinerja Sejumlah Bank Mulai Tertekan

Perlambatan kredit juga tercermin dari kinerja beberapa bank besar:

  • BCA: Kredit tumbuh 5,84% yoy (turun dari 6,26%) menjadi Rp 953,22 triliun
  • BTN: Kredit naik 8,6% yoy (turun dari 9,30%) menjadi Rp 341,16 triliun
  • Bank Mandiri: Relatif stabil di 15,7% yoy
  • CIMB Niaga: Pertumbuhan cenderung datar, terutama di segmen non-ritel
READ  WFH Bakal Berlaku Usai Lebaran? Mendagri Pastikan Layanan Esensial Tetap Jalan

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengungkapkan bahwa permintaan kredit di awal tahun masih lesu, terutama di luar sektor ritel.

Namun, kredit kendaraan bermotor masih mencatat pertumbuhan sekitar 6% secara tahunan, menjadi salah satu penopang terbatas.

Kuartal I Diprediksi Masih Lesu

CIMB Niaga memperkirakan pertumbuhan kredit pada kuartal I 2026 masih akan terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan permintaan kredit belum terjadi secara signifikan.

Data Januari 2026 mencatat total pembiayaan CIMB Niaga sebesar Rp 217,79 triliun, hanya tumbuh 1,44% yoy.

BI Tetap Optimistis Kredit Tumbuh 8%-12%

Meski melambat, Bank Indonesia tetap optimistis pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan berada di kisaran 8%-12%.

Optimisme ini didukung oleh:

  • Undisbursed loan yang masih besar (Rp 2.536,40 triliun)
  • Likuiditas perbankan yang kuat (AL/DPK 27,40%)
  • Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,18%

Namun, BI mencatat adanya pengetatan pada segmen konsumsi dan UMKM akibat risiko kredit yang masih tinggi.

Waspada, Tapi Belum Krisis

Perlambatan kredit di awal 2026 lebih mencerminkan fase kehati-hatian dibandingkan sinyal krisis. Kombinasi antara permintaan yang melemah dan strategi defensif bank menjadi faktor utama.

Ke depan, pemulihan daya beli dan stabilitas ekonomi global akan menjadi kunci untuk mengembalikan momentum pertumbuhan kredit.

Tags: Bank IndonesiaEkonomi IndonesiaKredit Bank
Previous Post

PM Malaysia Anwar Ingin Kunjungi Jakarta, Sepakat Bertemu Prabowo

Next Post

Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret, Polri Siapkan One Way Nasional hingga Strategi WFA

Next Post
diskon-tol-30-arus-balik-lebaran-2026

Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret, Polri Siapkan One Way Nasional hingga Strategi WFA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

hp-elevate-2026-ai-pc-indonesia

HP Perkenalkan AI PC dan Solusi Future of Work di HP Elevate 2026, Siap Percepat Transformasi Digital Indonesia

26 Juni 2026 | 09:00
Kereta Cepat Whoosh Siapkan Fasilitas Lengkap Demi Kenyamanan dan Keamanan Penumpang

KCIC Catat 311 Ribu Penumpang Whoosh Saat Lebaran 2026

31 Maret 2026 | 16:53
Menurut laporan keuangan BRI, capaian tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban bunga BRI sebesar 14,37% yoy menjadi Rp 18,26 triliun. Dan sekalipun pendapatan bunga bank terkoreksi tipis 0,07%yoy menjadi Rp 66,76 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI masih berhasil tumbuh 6,64% yoy menjadi Rp 48,5 triliun.

BRI Berhasil Bukukan Laba Rp 20,42 Triliun pada Mei 2026

25 Juni 2026 | 15:07
piala dunia

Tujuh Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Turki dan Qatar Angkat Koper

26 Juni 2026 | 17:00
indonesia-dibantai-jepang-0-6-kualifikasi-piala-dunia-2026

Jerman Lolos ke 32 Besar dari Grup E Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Pantai Gading, Ekuador Ditahan Curacao

21 Juni 2026 | 17:00
Sebagai informasi, harga Brent sehari sebelumnya telah merosot lebih dari 3 dolar AS, sedangkan WTI ditutup turun hampir 3 dolar AS setelah kekhawatiran terhadap pasokan mulai mereda

Harga Minyak Dunia Kini Berada di Level Terendah Sebelum Konflik Iran

26 Juni 2026 | 13:08
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved