Teheran, CoreNews.id — Israel menyerang dua pabrik baja terbesar Iran, sebuah pembangkit listrik dan situs nuklir sipil, serta infrastruktur lain. Lokasi yang menjadi sasaran termasuk Fasilitas Air Berat Khondab, Pabrik Produksi Kue Kuning Ardakan, dan pabrik baja besar di Khuzestan dan Mobarakeh.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam unggahan di media sosial. Menurut Araghchi, Iran akan menuntut hukuman yang berat untuk kejahatan Israel atas serangannya terhadap beberapa lokasi infrastruktur penting di negara tersebut sejak Jumat malam (27/3/2026). Terlebih serangan tersebut dilakukan di tengah janji Presiden AS Donald Trump untuk tak menyerang fasilitas sipil Iran sampai April nanti.
Di sisi lain, Israel mengakui penyerangan tersebut. Israel juga mengklaim tindakannya telah berkoordinasi dengan AS.
Sementara itu berdasar informasi Organisasi Energi Atom Iran, dilaporkan bahwa sebuah proyektil menghantam dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, yang dikatakannya sebagai serangan ketiga yang dilakukan pasukan AS dan Israel, menurut laporan Tasnim. Namun demikian, serangan yang terjadi malam ini “tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian finansial atau teknis”, kata organisasi tersebut.*













