Jakarta, CoreNews.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) berhasil membukukan kinerja impresif sepanjang 2025. Di tengah gelombang perubahan standar akuntansi dan dinamika industri yang penuh tantangan, emiten berkode saham TUGU ini justru meraup laba bersih yang melonjak signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis Rabu (2/4/2025), perseroan mencatatkan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp711,06 miliar. Angka ini melesat 77% dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat Rp401,57 miliar (setelah disajikan kembali sesuai PSAK 117).
Lonjakan laba ini menjadi bukti bahwa fondasi bisnis Tugu Insurance tetap kokoh, bahkan ketika industri asuransi nasional tengah beradaptasi penuh dengan PSAK 117—standar pelaporan keuangan baru yang mengubah fundamental pengakuan pendapatan dan beban kontrak asuransi.
Pendapatan Jasa Asuransi Tembus Rp9,11 Triliun
Direktur Utama Tugu Insurance, Adi Pramana, menjelaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari strategi perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko.
“Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko melalui penguatan portofolio serta disiplin dalam underwriting. Upaya ini menjadi bagian dari langkah perseroan untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Adi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 3/4/2026.
Sepanjang 2025, Pendapatan Jasa Asuransi Tugu Insurance tercatat sebesar Rp9,11 triliun atau tumbuh 22,12% secara tahunan. Sementara itu, Hasil Jasa Asuransi (laba dari bisnis inti asuransi sebelum investasi) naik 39,10% menjadi Rp1,02 triliun.
Adi menambahkan, lini bisnis fire & property, offshore, serta aviation masih menjadi kontributor utama pendapatan, seiring dengan optimalisasi portofolio yang dilakukan secara disiplin.
Hasil Investasi dan Diversifikasi Usaha Jadi Penopang
Tak hanya dari bisnis inti, Tugu Insurance juga mencatatkan kinerja cemerlang dari sisi investasi dan lini usaha lain. Hasil investasi perseroan mencapai Rp717,36 miliar, yang mencerminkan strategi pengelolaan portofolio yang prudent dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Selain itu, pendapatan usaha lainnya menyentuh angka Rp542,52 miliar, ditopang oleh kontribusi berkelanjutan dari entitas anak yang semakin memperkuat diversifikasi sumber pendapatan TUGU Group.
Modal Jempolan, RBC Tembus 410,9%
Dari sisi neraca, posisi keuangan Tugu Insurance juga terbilang sangat sehat. Total aset perseroan tercatat sebesar Rp27,71 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp10,17 triliun.
Yang paling mencengangkan, Risk Based Capital (RBC) perseroan berada di level 410,9% , atau lebih dari tiga kali lipat di atas ketentuan minimum regulator OJK yang sebesar 120%. Angka ini menunjukkan kemampuan likuiditas dan solvabilitas Tugu Insurance sangat mumpuni dalam menghadapi potensi klaim besar sekalipun.
Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, menegaskan bahwa transisi PSAK 117 justru menjadi momentum bagi perseroan untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan.
“Implementasi PSAK 117 merupakan penyesuaian terhadap standar pelaporan yang berlaku. Perseroan terus memastikan bahwa kinerja yang dicapai didukung oleh fundamental yang sehat, pengelolaan risiko yang terukur, serta struktur permodalan yang tetap kuat,” tegas Fitri.
Optimistis Menatap 2026
Ke depan, Tugu Insurance berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis serta meningkatkan kualitas pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dengan strategi yang adaptif, perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Para analis pun memandang kinerja TUGU di tahun pertama implementasi penuh PSAK 117 ini sebagai sinyal positif bahwa perusahaan pelat merah ini mampu beradaptasi cepat di tengah perubahan regulasi yang fundamental.













