Jakarta, CoreNews.id – GAC Group menghadirkan terobosan besar dalam industri otomotif global melalui Smart Eco-Factory, fasilitas manufaktur cerdas yang mampu memproduksi satu kendaraan setiap 53 detik. Inovasi ini memperkuat posisi GAC sebagai pelopor manufaktur berbasis teknologi digital, efisiensi tinggi, serta keberlanjutan lingkungan.
Smart Eco-Factory mengusung konsep manufaktur fleksibel berbasis digital yang memungkinkan produksi hingga 10 model kendaraan secara bersamaan dalam satu lini. Sistem ini mampu menangani lebih dari 100.000 kombinasi konfigurasi kendaraan, sehingga setiap pesanan pelanggan dapat diproses secara spesifik tanpa mengurangi efisiensi produksi.
Seluruh proses produksi terintegrasi dalam sistem manajemen berbasis data yang berjalan secara real-time, mulai dari tahap pemesanan hingga kendaraan selesai diproduksi.
“Dukungan teknologi robotik dan lini produksi fleksibel menjadikan proses berjalan presisi dengan tingkat kompleksitas tinggi namun tetap efisien,” dikutip dari siaran pers, 31/3/2026.
Dalam aspek kualitas, GAC mengoperasikan lebih dari 600 robot industri yang terintegrasi dengan teknologi inspeksi visual berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini memungkinkan pemeriksaan dilakukan dengan akurasi hingga skala milimeter dalam waktu singkat, memastikan setiap kendaraan memenuhi standar kualitas global.
Selain itu, berbagai teknologi inti seperti laser spiral welding, integrated hot forming, dan sistem manajemen torsi cerdas turut diterapkan untuk menjaga konsistensi kualitas produk. Bahkan, performa kendaraan dapat dilacak sepanjang siklus hidupnya melalui sistem digital terintegrasi.
Setiap kendaraan yang diproduksi juga harus melalui serangkaian pengujian ekstrem. Pengujian dilakukan dalam suhu tinggi hingga 60 derajat Celsius, suhu rendah hingga minus 40 derajat Celsius, serta di dataran tinggi di atas 4.000 meter. Langkah ini memastikan kendaraan tetap andal dalam berbagai kondisi geografis dan iklim.
Di sisi keberlanjutan, Smart Eco-Factory mengadopsi sistem energi terintegrasi berbasis energi terbarukan. Fasilitas ini memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya, sistem penyimpanan energi, serta teknologi Vehicle-to-Grid (V2G). Produksi listrik mencapai lebih dari 20 juta kWh per tahun, yang memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan operasional pabrik.
Pengakuan global pun diraih fasilitas ini melalui sertifikasi netral karbon dan masuk dalam Global Lighthouse Network dari World Economic Forum. Hal ini menempatkan Smart Eco-Factory sebagai salah satu standar baru dalam manufaktur kendaraan energi baru di dunia.
Melalui konsep “Tech-Driven GAC”, perusahaan tidak hanya fokus pada produksi kendaraan, tetapi juga mendorong transformasi industri menuju manufaktur cerdas yang berkelanjutan, sekaligus menghadirkan solusi mobilitas modern yang aman dan efisien.













