Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Inggris memperkuat kolaborasi pembangunan rendah karbon melalui pendanaan inovasi dalam program Low Carbon Development Initiative–Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF). Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (14/4/2026), sebagai langkah awal implementasi empat proyek terpilih.
Kerja sama ini melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), serta Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) Inggris. Program LCDI-ITF menjadi instrumen strategis dalam mendorong solusi teknologi rendah karbon yang aplikatif dan berdampak nyata di berbagai daerah.
Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar seremoni, melainkan implementasi nyata kebijakan pembangunan berkelanjutan. “Innovation and Technology Fund menjadi bentuk konkret bagaimana perencanaan dapat menghasilkan dampak langsung bagi pembangunan rendah karbon di Indonesia,” ujarnya.
Dari total 283 proposal dengan nilai Rp1,59 triliun, terpilih empat proyek tahap awal dengan pendanaan Rp20,33 miliar. Proyek tersebut mencakup pengelolaan sampah berkelanjutan, budidaya udang berbasis energi surya, pengolahan rempah ramah lingkungan, serta dekarbonisasi pertanian padi.
Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto menekankan pentingnya implementasi inovasi. Ia menyebut skema pendanaan ini dirancang untuk membantu inovasi melewati fase kritis atau valley of death agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Minister Counsellor Kedutaan Besar Inggris Peter Rajadiston menyoroti pentingnya dampak sosial dalam solusi iklim. Menurutnya, pendekatan LCDI-ITF tidak hanya fokus pada penurunan emisi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja hijau.
Hingga 2024, Indonesia mencatat potensi penurunan emisi sebesar 30,36 persen melalui lebih dari 29.000 aksi lintas sektor. Program ini diharapkan menjadi model replikasi nasional dalam memperkuat kontribusi Indonesia terhadap penanganan perubahan iklim global.













