Jakarta, CoreNews.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus memperkuat keamanan siber dan perlindungan data pengguna di tengah meningkatnya ancaman digital di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan pelanggan terhadap layanan digital yang disediakan.
VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, menegaskan bahwa keamanan informasi menjadi prioritas utama dalam seluruh operasional Telkom Group. Menurut dia, perusahaan telah membentuk unit khusus Cyber Security yang fokus pada pencegahan, deteksi, serta respons terhadap potensi serangan siber.
“Telkom menempatkan keamanan siber dan perlindungan data sebagai prioritas utama yang diwujudkan melalui tata kelola keamanan informasi yang terstruktur,” ujar Andri dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).
Dalam implementasinya, Telkom telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 terkait Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Selain itu, perusahaan menerapkan berbagai lapisan pengamanan, mulai dari enkripsi data hingga pemantauan sistem secara real-time selama 24 jam setiap hari.
Penguatan sistem juga dilakukan melalui pengendalian akses yang ketat serta audit independen secara berkala untuk memastikan efektivitas perlindungan data. Telkom juga memiliki unit Data Protection yang memastikan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi di Indonesia.
“Dalam praktiknya, Telkom juga mengadopsi standar global seperti EU-GDPR untuk memastikan perlindungan data berjalan optimal,” kata Andri.
Upaya ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kasus kejahatan siber. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kerugian akibat penipuan dan serangan siber mencapai Rp 476 miliar pada periode November 2024 hingga awal 2025.
Telkom pun menegaskan akan terus meningkatkan teknologi keamanan, melakukan pemantauan sistem berkelanjutan, serta evaluasi rutin agar layanan digital tetap aman, andal, dan memberikan kenyamanan bagi pengguna.













