Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Gawat! Ambisi AI Perusahaan Bisa Gagal, Studi Ungkap Hanya 14% yang Sukses Kelola Cloud

by Teguh Imam Suyudi
14 April 2026 | 18:00
in Tekno
ntt-data-pabrik-ai

Ilustrasi Pabrik AI (Gambar: Dok. NTT Data)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Ambisi besar perusahaan dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI) terancam tersendat. Sebuah studi terbaru dari NTT DATA, pemimpin global di bidang AI dan layanan teknologi, mengungkap fakta mengejutkan: hanya 14 persen organisasi yang berhasil mencapai tingkat kematangan cloud tertinggi untuk mendukung AI.

Laporan bertajuk Cloud-led Innovation in the Era of AI ini menyoroti adanya paradoks kritis. Di satu sisi, 99 persen perusahaan mengakui bahwa AI justru meningkatkan ketergantungan dan kebutuhan investasi pada cloud. Namun di sisi lain, 88 persen dari mereka menilai tingkat investasi cloud saat ini masih timpang dan berisiko menghambat inisiatif AI serta modernisasi.

“Perkembangan AI melampaui tingkat kematangan cloud di perusahaan. Cloud kini menjadi lapisan eksekusi utama untuk AI. Perusahaan yang gagal mengembangkan fondasi cloud berisiko menghambat pertumbuhan dan nilai investasi AI mereka sendiri,” ujar Charlie Li, President Global Head of Cloud and Security NTT DATA, dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Survei global terhadap lebih dari 2.300 pengambil keputusan senior di 33 negara itu juga menemukan bahwa aplikasi dan data lama (legacy) masih menjadi momok. Setengah responden mengaku sistem usang ini menjadi penghambat terbesar inovasi, sehingga modernisasi menjadi prioritas utama dalam dua tahun ke depan.

Selain itu, kompleksitas ekosistem teknologi yang kian tinggi menegaskan pentingnya investasi keamanan. NTT DATA pun merumuskan enam kunci sukses, mulai dari menyelaraskan strategi cloud dan AI, memperkuat arsitektur cloud, hingga mengubah KPI transformasi dari metrik teknis ke metrik bisnis.

Para pemimpin cloud yang matang dinilai lebih unggul dalam memanfaatkan AI. Mereka 22 persen lebih mungkin melihat AI sebagai pendorong investasi cloud. Kesimpulannya, cloud bukan lagi sekadar infrastruktur, melainkan mesin pencipta nilai strategis di era AI. Tanpa fondasi yang kokoh, ambisi AI hanya akan menjadi mimpi di siang bolong.

READ  Kaspersky Catat Lonjakan Ancaman Siber di Indonesia, Adopsi SOC Kian Meningkat
Tags: AICloud ComputingNTT Data
Previous Post

Strategi Telkom (TLKM) Perkuat Keamanan Siber dan Perlindungan Data Pengguna di Tengah Ancaman Digital

Next Post

Kelas Menengah Bawah Susut 11 Juta Orang, Struktur Ekonomi Indonesia Hadapi Masalah Serius

Next Post
rasio-utang-ri-40-persen-masih-aman

Kelas Menengah Bawah Susut 11 Juta Orang, Struktur Ekonomi Indonesia Hadapi Masalah Serius

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Puan Maharani: Stabilitas Politik Kunci Hadapi Ketidakpastian Global

Puan Minta Masalah Teknis Tak Hambat Keberangkatan Haji 2026

16 April 2026 | 16:43
Pada tahap pertama, rekrutmen dibuka untuk 35.476 tenaga kerja. Sebanyak 30 ribu posisi manajer untuk KDKMP yang akan menjadi pegawai BUMN dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) di bawah Agrinas Pangan Nusantara. Selanjutnya, pemerintah juga akan membuka rekrutmen untuk 5.476 tenaga kerja untuk KNMP yang juga akan menjadi pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara dengan status PKWT

Pemerintah Buka Rekrutmen 35 Ribu Lowongan untuk Koperasi Merah Putih

17 April 2026 | 11:04
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
Viral Susu MBG Hanya 30 Persen Susu, Ini Kata BGN

Viral Susu MBG Hanya 30 Persen Susu, Ini Kata BGN

1 Oktober 2025 | 14:56
Mengenal Apa Itu Maqam Ibrahim

Mengenal Apa Itu Maqam Ibrahim

12 Februari 2025 | 17:07
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved