Jakarta, CoreNews.id – AEON360 bersama Google Cloud resmi menjalin kolaborasi strategis untuk menghadirkan ekosistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi di Asia Tenggara. Inisiatif ini bertujuan menciptakan pengalaman belanja yang lebih personal, praktis, dan relevan bagi pelanggan di berbagai layanan ritel, keuangan, dan gaya hidup.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan konsep agentic commerce, yakni sistem perdagangan cerdas yang mampu memahami kebutuhan pengguna secara real-time. Dengan pendekatan ini, pelanggan tidak perlu lagi mengulang preferensi saat berpindah layanan, karena sistem akan secara otomatis menyesuaikan rekomendasi produk, promo, hingga metode pembayaran.
Chairman AEON360, Daisuke Maeda, mengatakan bahwa pihaknya ingin menghadirkan ekosistem terpadu yang mampu melayani konsumen secara menyeluruh. “Kami bertransformasi menuju pemanfaatan agen AI yang tidak hanya memberi rekomendasi, tetapi juga menjalankan tugas kompleks bagi pelanggan,” ujarnya, 17/4/2026.
Teknologi ini didukung oleh BigQuery dari Google Cloud yang membangun enterprise knowledge graph, mengintegrasikan data pelanggan dari berbagai titik interaksi. Hasilnya, sistem mampu memberikan pengalaman belanja yang kontekstual, mulai dari pencarian produk hingga layanan purna jual.
Sebagai bagian dari pengembangan, AEON360 juga mendirikan Innovation Foundry di Kuala Lumpur. Pusat ini akan melatih karyawan dalam penguasaan AI serta mengembangkan solusi berbasis agen digital, termasuk shopping agent dan customer experience agent yang aktif 24/7.
Selain itu, AEON360 akan mengadopsi Universal Commerce Protocol (UCP) untuk memperluas integrasi layanan lintas platform, termasuk Google Search dan Google Pay. Hal ini memungkinkan pelanggan berinteraksi langsung dengan brand secara lebih seamless.













