Jakarta, CoreNews.id — Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya dengan meniadakan pemberian MBG pada hari Sabtu dan menghapuskan pemberian MBG pada saat liburan sekolah.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung di Jakarta dalam agenda Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (Pinisi) di Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta, (27/4/2026). Menurut Yuda, keputusan Pemerintah mengevaluasi program MBG tersebut diperkirakan bisa menghemat APBN. Nilai dari satu hari program MBG yang berjalan adalah Rp 1 triliun. Dengan demikian empat kali dalam sebulan itu bisa mengirit atau menghemat Rp 4 triliun. Setahun bisa dihemat Rp 50 triliun. Untuk program MBG yang diadakan pada masa liburan anak sekolah juga akan dihilangkan. Semua itu dilakukan untuk penghematan.
Menurut Yuda kembali, penghematan dilakukan untuk menanggapi dampak kenaikan harga energi, imbas eskalasi perang di Timur Tengah. Terlebih pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Dengan harga yang tetap, maka harga keekonomian menjadi naik, dan subsidinya membengkak. Untuk mengurangi dampak tersebut, maka pemerintah kemudian mengevaluasi MBG.*













