Jakarta, CoreNews.id — Harga minyak mentah Brent naik 1,70% secara harian ke level US$ 109,97 per barel. Harga ini menguat seiring dengan perkembangan eskalasi di Timur Tengah di mana diplomasi AS dan Iran mengalami kemunduran setelah pembatalan kunjungan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan.
Hal tersebut dikutip dari Trading Economics, (28/4/2026). Sementara itu menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, harga minyak naik ke level tertinggi dalam 3 pekan terakhir setelah diplomasi AS dan Iran buntu. Menurut Nafan kembali, minyak Brent pada daily chart telah menyentuh target harga teoritis wave iv berdasarkan retracement fibonacci 62,80% di level US$ 106,74. Ini membuat adanya potensi koreksi minor seiring dengan pergerakan harga yang sedang menguji kembali level support di US$ 99,30 yang didasarkan pada retracement fibonacci 38,20%.
Dalam risetnya (28/4/2026), Nafan menyebut harga akan berada dalam level resistance bila berada di level US$ 106,74 dan US$ 112,35. Ini terjadi jika eskalasi geopolitik bergerak pada hal yang menyebabkan pasokan minyak terbatas.*













