Jakarta, CoreNews.id – Jumlah investor pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hingga Desember 2025, jumlah investor tercatat mencapai 20,34 juta, meningkat dibandingkan 12,16 juta pada 2022. Menariknya, lebih dari separuh investor tersebut berasal dari kelompok usia muda.
Data menunjukkan sebanyak 54,24 persen investor pasar modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Sementara itu, 48,75 persen investor memiliki penghasilan bulanan di bawah Rp10 juta. Kondisi ini mendorong perubahan karakter pasar, terutama terhadap kebutuhan layanan investasi yang mudah diakses secara digital.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melihat perubahan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat transformasi digital melalui platform investasi BRIGHTS. Langkah tersebut sekaligus mengantarkan BRIDS meraih dua penghargaan pada 2026.
Investor Muda Dorong Transformasi Digital
Pelaksana Tugas Direktur Utama BRIDS Fifi Virgantria mengatakan, pertumbuhan investor muda yang semakin dominan membuat industri sekuritas harus memperkuat infrastruktur digital.
“Segmen investor muda yang melek digital akan terus menjadi motor pertumbuhan pasar modal Indonesia, dan infrastruktur digital yang dibangun hari ini adalah prasyarat untuk berkompetisi secara berkelanjutan,” ujar Fifi dalam keterangan resmi, Minggu (4/5/2026).
Transaksi Digital Melonjak
BRIDS mengembangkan BRIGHTS sebagai platform multi-investasi yang mengintegrasikan transaksi saham, obligasi, dan reksa dana dalam satu aplikasi tanpa minimum deposit.
Platform tersebut dilengkapi sejumlah fitur seperti Rekomendasi Saham berbasis profil risiko, Smartinvest Reksa Dana untuk optimalisasi dana idle di Rekening Dana Nasabah (RDN), serta Multievent Order yang memungkinkan eksekusi transaksi otomatis.
Transformasi digital tersebut berdampak langsung pada peningkatan aktivitas transaksi. Sepanjang 2025, volume transaksi ekuitas di BRIGHTS melonjak hingga 1.327 persen secara tahunan. Jumlah nasabah aktif bertransaksi juga meningkat 162 persen.
Secara keseluruhan, jumlah nasabah ritel BRIDS tumbuh 20 persen, sementara rata-rata nilai transaksi harian ritel naik 101 persen. Kanal online ritel turut meningkat 134 persen, sedangkan fitur SmartInvest Reksa Dana mencatat pertumbuhan aset kelolaan (AUM) sebesar 343 persen.
Perkuat Literasi Pasar Modal
Selain memperkuat digitalisasi, BRIDS juga memperluas edukasi pasar modal di berbagai daerah. Sejak Januari 2025 hingga Maret 2026, perusahaan telah menyelenggarakan 1.918 sesi edukasi yang menjangkau 84.331 peserta.
Program tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif seperti Sapa Mentari, SKRINBAR, EDUVEST, hingga Roadshow Eduvest. BRIDS juga rutin menggelar Education Day setiap Kamis secara serentak di seluruh cabang di Indonesia.
Langkah ini dinilai sejalan dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan nasional.













