Jakarta, CoreNews.id – Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat spam telepon tertinggi di dunia sepanjang 2025. Data platform identifikasi panggilan Truecaller menunjukkan sebanyak 79 persen panggilan tidak dikenal di Indonesia teridentifikasi sebagai spam atau penipuan.
Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi teratas dunia, disusul Chile dengan 70 persen dan Vietnam, Brasil, serta India yang melengkapi lima besar negara dengan panggilan spam terbanyak.
Truecaller menyebut tren ini menandai perubahan besar dalam pola komunikasi global. Jika sebelumnya panggilan telepon identik dengan komunikasi antar-manusia, kini sebagian besar panggilan tidak dikenal justru berasal dari sistem otomatis, penawaran agresif, hingga upaya penipuan digital.
Didominasi Layanan Keuangan dan Penagihan
Di Indonesia, lebih dari 40 persen panggilan spam berasal dari institusi keuangan seperti bank, layanan pinjaman, hingga perusahaan fintech. Kondisi serupa juga ditemukan di Meksiko.
Sementara itu, Chile menghadapi dominasi spam dari penagihan utang yang mencapai 38 persen dari total spam nasional. Di Brasil dan Nigeria, panggilan dari operator telekomunikasi atau telco disebut membanjiri pengguna sehingga sulit membedakan panggilan resmi dengan modus penipuan.
Truecaller menilai meningkatnya spam otomatis membuat kepercayaan masyarakat terhadap panggilan telepon terus menurun.
“Penipuan, penyamaran identitas, dan scam kini memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” ujar CEO Truecaller Rishit Jhunjhunwala dalam keterangannya, Senin (5/5/2026).
Truecaller Fokus Perangi Penipuan Digital
Hingga 31 Maret 2026, Truecaller mencatat telah memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, dengan sekitar 150 juta pengguna berasal dari luar India.
Sepanjang 2025, platform tersebut mengidentifikasi lebih dari 68 miliar panggilan spam dan penipuan secara global. Truecaller menyatakan akan memperkuat teknologi perlindungan komunikasi digital guna mencegah penipuan sebelum menjangkau pengguna.













