Jakarta, CoreNews.id — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) resmi melantik 13 kepengurusan komisariat untuk periode 2026-2031 pada rangkaian Seminar Nasional Ekonomi Islam yang digelar di Auditorium Al-Quddus, Universitas YARSI Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Acara Pelantikan dihadiri oleh Pengurus Harian IAEI Agustianto Mingka, selaku penggerak kembali IAEI di periode kepengurusan IAEI yang diketuai Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar.
Menurut Agustianto, pelantikan komisariat-komisariat di wilayah Jakarta dan sekitarnya sebagai langkah konsolidasi dan revitalisasi IAEI agar lebih aktif berkontribusi mengembangkan ekonomi Islam di Indonesia, terutama pengembangan studi ekonomi Islam dan pengembangan industri halal, perbankan dan keuangan serta ekonomi sosial seperti zakat dan wakaf.
Seluruh komisariat yang dilantik, dibentuk berdasarkan hasil kesepakatan para pakar, ahli, akademisi, dan pengamat ekonomi Islam yang secara aktif memiliki komitmen dan menaruh perhatian terhadap pengembangan ekonomi Islam di masing-masing institusinya.
Adapun ke-13 komisariat yang dilantik adalah sebagai berikut.
1. IAEI Komisariat Universitas YARSI, dengan dewan pembina diketuai oleh Prof. Dr. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si., dan dewan pengurus diketuai oleh Dr. Medan Wilestari, S.E.Ak., M.M., M.Si., CA. Komisariat ini memiliki total 24 pengurus.
2. IAEI Komisariat Perbanas Institute dengan dewan pembina diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec., dan dewan pengurus yang dipimpin oleh Prameswara Samofa Nadya, S.E., M.Si. Komisariat ini tercatat sebagai salah satu yang cukup besar dengan total 32 pengurus.
3. IAEI Komisariat IAI Sahid Bogor dengan dewan pembina diketuai oleh Dr. Titien Yusnita, S.S., M.Si., serta dewan pengurus di bawah pimpinan H. Rully Trihantana, S.Si., M.Si. Total pengurusnya mencapai 33 orang.
4. IAEI Komisariat UPN Veteran Jakarta dengan dewan pembina yang diketuai oleh Dr. Jubaedah, S.E., M.M., dan dewan pengurus dipimpin Dr. Ade Nur Rohim, S.H.I., M.E.I., CDIF. Komisariat ini beranggotakan 19 orang pengurus.
5. IAEI Komisariat Universitas Pamulang dengan dewan pembina Edian Fahmy, S.E., M.M., dan dewan pengurus diketuai oleh Nufzatutsaniah, S.E.I., M.E., beranggotakan 28 pengurus.
6. IAEI Komisariat STEBI Global Mulia Cikarang dengan dewan pembina diketuai oleh Dr. Deni Lesmana, S.Pd., M.Pd.I., sementara dewan pengurus dipimpin oleh Dr. Irwan Habibi Hasibuan, S.H., M.E.I., beranggotakan 32 pengurus.
7. IAEI Komisariat Universitas PTIQ Jakarta dengan dewan pembina dipimpin oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., sedangkan dewan pengurusnya diketuai oleh Assoc. Prof. Patria Yunita, M.Si., Ph.D. Komisariat ini merupakan komisariat dengan jumlah pengurus terbanyak, yaitu 48 orang.
8. IAEI Komisariat Institut Nida El Adabi Bogor dengan dewan pembina Drs. H. Ramlan Rosyad, M.SI., dan dewan pengurus diketuai oleh H. Luthfi Rantaprasaja, S.Sos., M.Com. Komisariat ini beranggotakan 14 pengurus.
9. IAEI Komisariat Universitas Al Azhar Indonesia dengan dewan pembina diketuai oleh Prof. Dr. Widodo Muktiyo, dan dewan pengurus dipimpin oleh Luthfia Sevriana, S.E., M.Si., beranggotakan 36 pengurus.
10. IAEI Komisariat Universitas Muhammadiyah Tangerang dengan dewan pembina diketuai oleh Dr. Desri Arwen, M.Pd., dengan dewan pengurus di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Sutarmadi, M.A., beranggotakan 33 orang pengurus.
11. IAEI Komisariat Institut Agama Islam SEBI dengan dewan pembina dipimpin Sigit Pramono, Ph.D., CA., CPA., dan dewan pengurus diketuai oleh Firmansyah, S.E.I., M.M., beranggotakan 45 pengurus.
12. IAEI Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dengan dewan pembina diketuai oleh Juri Ardiantara, Ph.D., dan dewan pengurus di bawah Abdul Qodir, M.A.Hum., beranggotakan 23 pengurus.
13. IAEI Komisariat STIM Budi Bhakti dengan dewan pembina Aza El Munadiyan, S.Si., M.M., dan dewan pengurus diketuai oleh Assoc. Prof. Dr. Efrota Norman, M.M., Ph.D., beranggotakan 19 pengurus.
Dengan dilantiknya 13 komisariat baru ini, IAEI kini memiliki ratusan pengurus baru yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, siap berkontribusi dalam memperkuat ekosistem ekonomi Islam Indonesia.*












