Jakarta, CoreNews.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan seluruh jemaah Indonesia harus mendapatkan pelayanan tenda yang setara di Arafah menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
Saat meninjau area tenda jemaah, Dahnil mengaku telah mencopot berbagai identitas KBIHU dan spanduk tidak resmi yang terpasang di lokasi. Langkah itu dilakukan untuk mencegah adanya penguasaan tenda oleh kelompok tertentu.
“Kami langsung mencopot identitas KBIHU dan spanduk yang tidak resmi. Ini pengingat agar tidak ada penguasaan tenda untuk kelompok tertentu,” ujar Dahnil, Jumat (22/5/2026).
Ia menegaskan seluruh pengaturan tenda, pembagian kloter, hingga pergerakan jemaah berada di bawah kendali Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Karena itu, KBIHU diminta tidak melakukan pengaturan secara mandiri.
Dahnil juga mengingatkan akan ada sanksi tegas bagi pihak yang terbukti menguasai tenda secara sepihak karena dapat merugikan jemaah lain. Menurutnya, praktik serupa pernah menyebabkan sejumlah jemaah tidak mendapatkan tempat tenda pada musim haji sebelumnya.













