Jakarta, CoreNews.id – Realisasi investasi Indonesia pada Triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun, tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut berhasil menyerap 742.293 tenaga kerja Indonesia.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp257,7 triliun atau 50,4 persen, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp254,1 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan Hong Kong menjadi investor asing terbesar dengan nilai USD5 miliar.
“Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir, posisi pertama PMA di kuartal kedua ditempati Hong Kong dengan USD5 miliar,” ujar Rosan.
Sementara itu, investasi hilirisasi mencapai Rp152,7 triliun atau naik 5,7 persen secara tahunan.
“Total realisasi investasi hilirisasi hampir mencapai 30 persen atau 29,8 persen dari total investasi Triwulan II 2026,” ucapnya.
Bauksit untuk pertama kalinya menjadi komoditas dengan investasi hilirisasi terbesar, menggantikan dominasi nikel. Pemerintah akan terus memperkuat hilirisasi, menyederhanakan perizinan, dan meningkatkan pelayanan investor.













