Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Tiba di Nagekeo, Prabowo Langsung Pimpin Rapat Penanganan Gempa NTT

by Miroji
26 Agustus 2026 | 14:56
in Nasional
Tiba di Nagekeo, Prabowo Langsung Pimpin Rapat Penanganan Gempa NTT

sumber foto: tangkapan layar youtube

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin rapat penanganan dampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) setibanya di Kabupaten Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026. Rapat digelar di tenda Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi NTT.

Prabowo tiba sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung menuju lokasi rapat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membuka rapat sebelum mempersilakan Kepala BNPB Suharyanto memaparkan kondisi terkini.

“Hari ini Rabu 26 Agustus 2026 di posko penanganan bencana gempa bumi NTT. Bertempat di Batalion Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo,” ujar Teddy.

Rapat diikuti sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala BNPB Suharyanto.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Hingga 25 Agustus, pemerintah mencatat 103 orang meninggal dan 1.666 orang luka-luka. Kunjungan Prabowo dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan optimal.

READ  Mayor Teddy Hadiri Debat Capres Prabowo, Puspen TNI: Dia Melekat
Tags: BNPBGempa NTTNagekeopenanganan bencanaPrabowo Subianto
Previous Post

Rusia Siap Mediasi untuk Stabilkan Situasi Timur Tengah

Next Post

Kiat Memilih Rumah Sakit Mata

Next Post
kiat-memilih-rumah-sakit-mata-medical-outcome

Kiat Memilih Rumah Sakit Mata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

agung-podomoro-the-club-house-hunian-lifestyle

Agung Podomoro Hadirkan Club House untuk Semua Segmen

9 Oktober 2026 | 13:00
motogp-indonesia-2026-mandalika-dimulai

MotoGP Indonesia 2026 Dimulai, Mandalika Siap Gelar Balapan

9 Oktober 2026 | 14:00
Komnas HAM juga menyebut besarnya anggaran MBG tidak sebanding dengan efektivitas distribusi, terutama di daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan populasi 3B. Kondisi ini menyebabkan pelaksanaan MBG hanya fokus pada capaian kuantitas dengan melupakan kualitas dan keamanan pangan, pemulihan korban serta penegakan hukum atas insiden keracunan

Pelaksanaan MBG Telah Melanggar HAM

8 Oktober 2026 | 15:28
kemenhaj-kunci-data-kesehatan-jemaah

Haji 2027: Jamaah Hanya Bayar Rp23 Juta

8 Oktober 2026 | 18:00
hukum-percaya-feng-shui-menurut-islam

Bagaimana Islam Memandang Feng Shui?

17 Februari 2026 | 19:00
Diponegoro pantas mendapat apresiasi Keraton Surakarta karena berkatnya, Keraton Yogyakarta kembali menjadi negara Uttama. Sebelumnya, kekalahan atas Perang Sepei dari sebab melawan perintah Raffles, membuat Keraton Yogyakarta dipermalukan. Sultan HB 2 dibuang dan Yogyakarta menjadi negara yang dinilai Nistha. Hal ini karena, Sultan menyerah dan kemudian ditangkap Inggris.

Catatan Kecil Dibalik Diorama Perlawanan Pangeran Diponegoro di Keraton Surakarta

28 September 2025 | 13:19
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved