Jakarta, CoreNews.id – Presiden Prabowo Subianto meminta proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) segera dituntaskan. Kelengkapan dokumen perjanjian tersebut selanjutnya akan diproses untuk pembahasan dan ratifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden meminta kelengkapan bahan IEU-CEPA segera diselesaikan untuk dibawa ke Parlemen Eropa.
“Bapak Presiden juga minta agar EU-CEPA itu segera diselesaikan,” kata Airlangga, Selasa (23/9/2026).
Setelah dokumen lengkap, perjanjian akan memasuki proses ratifikasi di DPR. “Dari situ baru kita dalam versi kita untuk dibawa ke parlemen untuk ratifikasi,” ujarnya.
Airlangga menyebut Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maroš Šefčovič serta pimpinan Uni Eropa direncanakan berkunjung ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026. IEU-CEPA menjadi salah satu agenda yang akan dibahas.
Pemerintah optimistis perjanjian dapat mulai diimplementasikan pada awal 2027. Percepatan dinilai penting karena fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) Uni Eropa bagi Indonesia berakhir pada akhir 2026.












