Pakar psikologi UMY Anita Aisah menekankan pentingnya komunikasi terbuka, keteladanan, kasih sayang, dan disiplin konsisten agar remaja mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai kehidupan.
Jakarta, CoreNews.id — Mendidik remaja di era digital membutuhkan pendekatan yang lebih dari sekadar aturan dan larangan. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka, memberikan teladan, serta menetapkan batasan yang jelas agar anak mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip hidup.
Pakar psikologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Anita Aisah, mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan pergaulan menghadirkan tantangan pengasuhan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Menurut Anita, pola pengasuhan perlu memadukan kasih sayang, ketegasan, dan konsistensi. Orang tua juga perlu menjelaskan alasan di balik aturan yang diterapkan, bukan hanya menuntut anak mematuhinya.
Komunikasi terbuka dan batasan yang jelas
Anita menjelaskan, remaja perlu diberi ruang untuk mengenali lingkungan, mengembangkan kemampuan diri, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Namun, kebebasan tersebut harus tetap berjalan bersama nilai-nilai yang ditanamkan keluarga.
Orang tua juga perlu membedakan antara menerima perasaan anak dan membenarkan seluruh tindakannya. Remaja boleh menyampaikan ketidaksetujuan atau kekecewaan, tetapi tetap perlu memahami batas perilaku yang dapat diterima.
Cara menyampaikan nasihat turut menentukan keberhasilan pengasuhan. Komunikasi yang tenang dan aturan yang jelas dinilai membantu anak memahami kedisiplinan tanpa menjadikan kemarahan sebagai pusat interaksi.
Orang tua perlu memberi teladan
Keteladanan menjadi bagian penting dalam mendidik remaja. Anita mencontohkan, orang tua yang melarang anak terus-menerus menggunakan ponsel, tetapi melakukan hal serupa, dapat memberikan pesan yang membingungkan.
Anak cenderung memperhatikan kebiasaan sehari-hari orang tua. Karena itu, perkataan perlu selaras dengan tindakan agar aturan yang diterapkan lebih mudah dipahami dan dijalankan.
Dalam konteks digital, orang tua dapat memulai dengan menyepakati waktu penggunaan gawai bersama anak, termasuk menerapkan aturan yang sama bagi anggota keluarga.
Ayah dan ibu perlu bekerja sama
Anita juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dan ibu dalam mendampingi perkembangan anak. Keduanya perlu bekerja sama dalam menetapkan aturan, memberikan contoh, dan membantu remaja menghadapi persoalan sehari-hari.
Menurut Anita, pengasuhan juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengevaluasi kebiasaan komunikasi dan cara menyelesaikan konflik.
Orang tua perlu terus belajar, menjaga kedekatan emosional, memberikan kasih sayang, serta menetapkan batas secara tegas. Dengan pendekatan tersebut, remaja diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan nilai moral dan prinsip kehidupan yang menjadi pedoman mereka.












