Jakarta, CoreNews.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Amerika Serikat (AS) harus mencabut sanksi dan menghentikan ancaman sebelum negosiasi dapat dilakukan. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, Selasa (20/10/2026).
Pezeshkian menyalahkan kebijakan Washington atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk gangguan di Selat Hormuz.
“Pihak Amerika harus menjelaskan mengapa mereka memulai perang dan melibatkan diri mereka sendiri serta dunia dalam konflik tersebut,” ujarnya.
Menurut Pezeshkian, penghentian tekanan dan ancaman serta pencabutan sanksi menjadi langkah awal untuk membuka jalan perundingan.
Munir tiba di Teheran bersama delegasi pejabat Pakistan di tengah kebuntuan diplomasi antara Iran dan AS. Pakistan selama ini berperan sebagai mediator untuk meredakan ketegangan kedua negara.
Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sejak 28 Februari turut meningkatkan ketidakstabilan kawasan, termasuk ancaman terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz.













