Jakarta, CoreNews.id – Menteri Agama Nazaruddin Umar memaparkan lima sumber pengetahuan yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren saat menghadiri Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurut Nazaruddin, pembelajaran pesantren tidak hanya mengandalkan kemampuan berpikir, tetapi juga melibatkan dimensi batin. “Kalau di sekolah sumber keilmuannya tunggal, ilmu diperoleh olah nalar. Di pondok pesantren ada lima sumber ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Lima sumber tersebut meliputi deduksi akal, intuisi, wahyu atau Al-Qur’an, ilham, dan mimpi. Ia menegaskan Al-Qur’an tidak hanya dibaca untuk memperoleh pahala, tetapi juga mengandung informasi dan pengetahuan.
Nazaruddin mencontohkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terkait perintah berkurban sebagai bagian pembahasan mimpi dalam tradisi keilmuan Islam.
Ia juga menegaskan pesantren merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan nasional. “Undang-undang pesantren memberikan pengakuan pendidikan pondok pesantren bagian yang tak terpisahkan daripada pendidikan Indonesia,” katanya.
Selain itu, Nazaruddin mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang meningkatkan status kelembagaan pesantren dari Direktorat menjadi Direktorat Jenderal.












